Pamekasan Jadi Rujukan Belajar Pengembangan Sapi

GN/Masdawi
Suasana dialog Komisi II DPRD Lumajang dengan pejabat Pemkab Pamekasan.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pamekasan kembali jadi jujukan studi banding daerah lain. Kamis (30/8/18) giliran Komisi II DPRD Kabupaten Lumajang melakukan kunjungan kerja ke daerah yang berjuluk Kabupaten Gerbang Salam ini. Mereka ingin belajar tentang bagaimana manajemen dan program pengembangan sapi di Pamekasan.

Rombongan dipimpin Mohammad Selamet, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang. Dan diterima oleh M Suli Faris, Wakil Ketua DPRD Pamekasan didampingi oleh sejumlah pimpinan komisi terkait di DPRD Pamekasan. Mereka diterima dan berdialog di ruang sidang utama DPRD Pamekasan.
Karena tujuan utamanya belajar program pengembangan ternak sapi, maka pihak DPRD Pamekasan mendatangkan Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Pamekasan Ir Bambang Prayogi bersama sejumlah stafnya untuk memaparkan program pengembangan sapi di Pamekasan.

Mohammad Selamet mengungkapkan pihaknya tertarik untuk melakukan studi banding pengembangan sapi, karena di daerahnya banyak populasi sapi dengan lahan pakan yang juga berlimpah. Namun selama ini belum terkelola dengan baik sehingga kurang maksimal memberikan kemanfaatan bagi rakyat.

“Nah mengapa memilih Pamekasan? Karena kami setelah melakukan penelusuran tentang daerah mana yang eksis dalam program pengembangan sapi ini, ternyata di Jatim ya di Pamekasan. Pamekasan kami tahu memiliki program pengembangan sapi yang sangat bagus dan telah berkali-kali mendapat penghargaan tingkat nasional,” katanya.
Selamet mengakui kini di daerahnya ada kecendrungan peternak mulai kurang berminat untuk memelihara sapi betina dan hanya gemar beternak sapi jantan saja.

Untuk memotivasi agar masyarakat gemar memelihara sapi betina maka pemerintah Lumajang memberi hadiah sebesar Rp 500 ribu bagi seorang peternak yang memiliki seekor sapi betina yang bunting.

Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Pamekasan Bambang Prayogi megungkapkan program pengembangan sapi di daerahnya tetap merujuk pada program yang dari pusat. Namun pihaknya mengaku melakukan berbagai program terobosan inovatif kreatif. Dengan program terobosan itulah Pamekasan telah dua kali mendapat penghargaan tingkat nasional.

Pertama tahun 2016 lalu berhasil meriah ‘Top 40’ daerah paling inovatif melalui program Satu Saka (satu tahun satu kelahiran) dalam bidang peternakan sapi. Lalu tahun 2017 lalu, juga dalam bidang peternakan sapi Pamekasan berhasil meraih ‘Top 40’ daerah paling inovatif lagi dengan program inovatif bernama Sigap Sratus. Pemilihan daerah inovatif ini digelar oleh Kementerian RB dan PAN.

Sementara itu terkait dengan upaya untuk mempertahankan agar populasi sapi tidak berkurang, program yang dilakukan adalah suntikan gratis kepada para peternak yang punya sapi. Sehingga peternak senang dan merasa difasilitasi. Kedua dengan mendekati paguyuban sapi sonok. Paguyuban sapi sonok adalah organisasi penyenang sapi betina yang berkualitas. Sapi betina berkualitas di Pamekasan dilombakan dengan nama Kontes Sapi Sonok.

Dan yang terakhir pihak Dinas Peternakan melakukan pembinaan dan bimbingan teknologi pembuatan pakan sapi pada perternak. Biasanya tiap musim kemarau peternak kekurangan pakan. Namun karena ada teknologi pembuatan pakan ternak, maka musim kemarau tidak lagi kekurangan, dan petani tetap betah beternak sapi. (mas)