Komisi A DPRD Surabaya Belajar Pengelolaan Perpustakaan ke Pamekasan

GN/Masdawi
Rombongan Komisi A DPRD Surabaya tengah studi banding kepustakaan dan kearsipan di Pamekasan, Kamis (13/9/2018).

PAMEKASAN (global-news.co.id))-Komisi A DPRD Kota Surabaya, Kamis (13/9/18) kemarin, studi banding ke Pamekasan. Mereka menyerap informasi tentang pengelolaan kepustakaan dan kearsipan di Pamekasan.

Jumlah mereka 7 orang dipimpin oleh Herlina Harsono Njoto, Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Rombongan diterima Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Moh Hasyim. Karena tujuannya untuk belajar tentang pengelolaan kepustakaan dan kearsipan di Pamekasan, pihak DPRD Pamekasan mendatangkan Kepala Dinas Kepustakaan dan Kearsipan Pamekasan Dr Budi Asyari.

Dalam kesempatan tersebut, Herlina mengatakan pihaknya memilih Pamekasan dalam menyerap  informasi dan berbagai program dalam pengelolaan kepustakaan dan kearsipan, karena melihat Pamekasan merupakan salah satu daerah yang berprestasi dalam pengelolaan perpustakaan daerah.

“Kita ingin menerima dan menyerap banyak informasi dan kegiatan di perpustakaan Pamekasan dan juga masalah kearsipan di daerah ini. Karena daerah ini dikenal memilik banyak penghargaan di bidang pengelolaan kepuastakaan, prestasinya sudah tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Budi Asyari membenarkan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pamekasan telah berkali kali mendapat penghargaan tingkat nasional, baik yang diberikan oleh perpustakaan nasional atau lembaga resmi negara, maupun  lembaga swasta yang banyak bergerak dalam pengembangan dan pembinaan perpustakaan di daerah.

“Selain penghargaan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional di Jakarta, dimana kita alhamdulillah sudah banyak mendapat penghargaan, kami juga dapat penghargaan dan terpilih sebagai perpustakaan terbaik ketiga tingkat nasional, oleh Cola Cola dan Bill Gate Fondation,“ ungkap Budi.

Salah satu hal penilaian positif yang mengangkat nama baik perpustakaan daerah Pamekasan adalah telah meratanya pembentukan perpustakaan di 187 desa yang ada di Pamekasan. Dari jumlah tersebut semuanya langsung menjadi binaan perpustakaan daerah Pamekasan.

Perpustakaan juga menjalin kemitraan dengan banyak lembaga lain, salah satu misalnya dengan Polres, Kodim 0826 Pamekasan dan lembaga permasyarakatan dan RSUD Pamekasan dengan membentuk taman baca atau pojok baca di instansi-instansi tersebut. Buku-buku dan teknik pengelolaannya dibina oleh petugas dari Perpustakaan Daerah Pamekasan.

“Yang menarik, Perpustakaan Daerah Kabupaten Pamekasan juga menyediakan jaringan internet gratis di perpustakaan ini,  buka 24 jam dan bahkan hari minggu juga buka. Ahamdulillah dengan itu pengunjung perpustakaan ini padat sekali rata rata tiap hari mencapai 400 orang,” ungkap Budi Asyari.

Perpustakaan Daerah Pamekasan juga mendapat pengharagaan bukan hanya dalam pengelolaan kepustakaan secara tehnik, namun di perpustakaan daerah ini salah seorang pustakawannya terpilih menjadi pustakawan terbaik ke dua tingkat nasional pada tahun 2017 lalu. (mas)