Fattah Jasin Lantik Kades Pengganti Wabup Terpilih

GN/Masdawi
Dr Ir RB Fattah Jasin, Rabu (19/9/2018) melantik Mudai SHI sebagai Kepala Desa Bujur Barat Kecamatan Batumarmar.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pj Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin Rabu (19/9/2018) melantik Mudai SHI sebagai Kepala Desa Bujur Barat Kecamatan Batumarmar, di Pendopo Ronggosukowati. Mudari yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa Bujur Barat itu menang dalam Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa pada tangal 3 September lalu.

PAW Kepala Desa Bujur Barat digelar karena Kepala Desa sebelumnya Raja’ie SHI berhasil terpilih menjadi Wakil Bupati Pamekasan dalam Pilkada serentak Juni lalu. Sesuai aturan jika kepala desa berhalangan tetap dan masa jabatannya masih lebih dari satu tahun maka dilakukan PAW kepala desa.

Camat Batumarmar Kusairi mengatakan, sesuai dengan aturan warga yang memilih dalam PAW Kepala Desa itu tidak semua warga, namun berasal dari perwakilan elemen yang ada di antaranya dari BPD, perangkat desa, tokoh masyarakat dan dari elemen kemasyarakatan lainnya yang ada di desa.

“Alhamdulilllah berjalan aman dan lancar dari perwakilan elemen yang memberikan hak pilih saat itu jumlahnya sekitar 90 orang. Dan Pak Mudari yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris desa itu menangkan pemilihan tersebut. Jumlah peserta saat itu dua orang,” ungkap Kusairi.

Sementara itu, Pj Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin MS mengatakan, jabatan kepala desa merupakan jabatan strategis di wilayah pemerintah paling bawah. Jabatan ini langsung bersentuhan dengan kebutuhan mendasar masyarakat. Karena itu kepeminpinan kepala desa harus benar benar diterima dan menyatu dengan masyarakat.

Pada kepala desa PAW yang baru dilantik, Fattah Jasin meminta agar kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus dibalas dengan mewujudkan kepemimpinan yang baik adil, jujur dan ramah. Bekerjasama dengan seluruh elemen yang ada dan segera menyesuaikan diri dengan segala situasi dan lingkungan yang baru.

Dia juga berharap agar kepala desa yang baru dilantik tersebut juga segera menyusun program kerja berkomunikasi dengan aparat desa BPD dan tokoh masyarakat untuk menyesuaikan programnya. Selain itu, dia juga meminta agar kepala desa mengajak masyarakat untuk ikut aktif dalam membangun desanya.

“Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi antara lain bagaimana memfungsikan secara optimal struktur pemerintahan desa dan lembaga lembaga lain yang ada di desa. Juga bagaimana menggerakkan potensi yang ada baik potensi SDM maupun potensi alamnya. Dan yang paling pokok pemerintah desa harus peka terhadap kebutuhan dasar rakyatnya,” katanya.

“Kepala desa juga harus memiliki dan menguasai data desa baik yang berkaitan dengan potensi SDM maupun potensi sumberdaya alam. Data kemiskinan dan lainnya. Data data itu akan bisa menjadi dasar atau pijakan jika akan membuat kebijakan atau program pembangunan desa,” pungkasnya. (mas/*)