601 Prajurit Kodam V Berlatih Ling Tien Kung

Toni Liono (kiri) bersama seorang instruktur memperagakan gerakan Ling Tien Kung.

SURABAYA (GLOBAL-NEWS.CO.ID) – Sebanyak 601 prajurit Kodam V Brawijaya yang ada di Surabaya, Kamis (27/9/2018) pagi, di Lapangan Kodam V Brawijaya berlatih teknik penyembuhan Ling Tien Kung. Latihan bersama (Latber) ini dipimpin oleh Toni Liono, Ketua Sasana Twin Tower yang didampingi oleh sejumlah instruktur senior dari Ole-Ole.

Kolonel Suharto dari Kodam V Brawijaya dalam sambutannya mengatakan, Kamis ini sebanyak 601 prajurit Kodam V dari berbagai kesatuan mengikuti pelatihan gerakan Ling Tien Kung. “Saya sudah mendengar dari Pak Toni akan kehebatan Ling Tien Kung ini. Terutama dalam hal penyembuhan penyakit. Nah Apel Pagi ini, kita mengisinya dengan berlatih Ling Tien Kung. Kalau latihan ini benar-benar bermanfaat, dan saya yakin apa yang dikatakan Pak Toni bahwa Ling Tien Kung menyembuhkan berbagai penyakit, selanjutnya setiap Kamis di Lapangan Kodam akan dilakukan Latber Ling Tien Kung,” kata Kolonel Suharto diikuti tepuk tangan prajurit.

Sementara Toni Liono mengatakan, bagaimana dirinya berani memberikan pelatihan gerak Ling Tien Kung, kalau hal tersebut tidak menyembuhkan penyakit. “Saya sendiri dan ribuan anggota Ling Tien Kung lainnya yang sakit dengan berbagai penyakit disembuhkan dengan berlatih Ling Tien Kung. Ini kan fakta. Saya sendiri, beberapa tahun lalu ‘ditumpuki’ berbagai penyakit dari migran hingga kolesterol. Berobat ke berbagai negara tak membawa hasil. Diobati sembuh, tak diobati kambuh. Nah setelah berlatih Ling Tien Kung, penyakit tersebut sembuh dengan tanpa obat, tanpa alat dan tanpa ragat. Saya bugar kembali. Karena itulah, saya ingin menularkan ilmu ini kepada prajurit Kodam V Brawijaya,” kata Toni bersemangat.

Toni mengatakan, kesehatan itu mahal. Kalau kita sakit apalah arti semuanya. Juga demikian dengan prajurit yang harus sehat. Kalau prajurit kuat, negara akan kuat juga.

“Saya mengucapkan terima kasih saya bisa hadir di sini (Kodam V Brawijaya, RED). Saya siap dipanggil lagi bersama teman-teman instruktur lainnya kapan saja. Dimana saja. Mengapa? Karena ilmu Ling Tien Kung ini harus disebarkan untuk membatu sesama, khususnya bagi anggota masyarakat yang mengidap penyakit, tetapi susah untuk berobat,” katanya.

Lebih Lanjut Toni mengatakan, Ling Tien Kung yang pada 25 Oktober akan berulang tahun ke-13 ini diciptakan oleh Awiek Widjaja atau yang sering kita sebut Lao Shi (guru). Beliau yang merupakan atlit nasional selama 20 tahun “mencarinya” Ling Tien Kung tersebut. Kini Ling Tien Kung sudah menyebar seantero nusantara, dari Jakarta hingga Papua dengan jumlah anggota dikisaran 50.000 anggota. Ribuan anggotanya disembuhkan dari berbagai penyakit.

Untuk meyakinkan para prajurit Kodam V, lalu Toni meminta seorang prajurit dari Garnisun tetap III/Surabaya untuk memberikan kesaksian. “Saya Moh Ali Jafar. Beberapa lalu saya mengidap penyakit komplikasi dari stroke hingga diabetes. Akibat diabetes yang tinggi, “barang berharga saya tak bisa berdiri”. Saya kasihan istri. Malah saya minta istri untuk menikah lagi dengan orang lain, tetapi istri saya menolak dengan mengatakan, sampai akhir hayat istri saya akan bersama. Untung, komandan saya Brigjen Widodo, Komandan Garnisun Tetap III/Surabaya dengan telaten mengarahkan saya untuk berlatih Ling Tien Kung. Alhamdulillah, dengan berlatih disiplin, akhirnya tak beberapa lama, stroke dan penyakit lainnya sembuh. Yang menggembirakan sekali, ‘senjata saya yang cukup lama menganggur, sudah bisa ditembakkan lagi’,” katanya disambut ketawa para prajurit.

Seusai testimoni, dilanjutkan ke acara inti, yakni Latber Ling Tien Kung. “Aduh…. betisku kemeng. Aduh… lenganku sakit. Suara itu muncul dari sejumlah parajurit yang sedang berlatih Ling Tien Kung. Sementara itu, dari atas panggung Toni Liono melalui pengeras suara memberikan penjelasan, “Kalau betis bapak dan ibu kememg, itu artinya gerakannya benar dan itu penyakitnya sedang disembuhkan. Nanti di rumah jangan dipijet ya kalau kemeng, nanti sembuh-sembuh sendiri,” kata Toni. (Erfandi Putra)