Pemkab Lakukan Riset Perkembangan Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu

Rahmat K Suroso

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pemkab Pamekasan tengah melakukan penelitian tentang Perkembangan Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu. Kegiatan ini dilakukan oleh Bidang Litbang Bappeda Pamekasan, bekerjasama dengan lembaga Penelitian dan Inovasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Maksud dan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi public dalam memilih calon pemimpin di eksekutif maupun di legislative. Figur seperti apa yang diinginkan. Pemilih disini disesuaikan dengan background pemilih, baik dari segi pendidikan, ekonomi atau profesi.

Diharapkan hasil penelitian ini nanti akan menjadi sarana untuk menganalisis atau mengatasi masalah masalah yang terjadi dalam proses pemilu. Ini juga bisa jadi referensi bagi pihak lain yang membutuhkan, dengan harapan tumbuh semangat baru dalam mengikuti pemilu dan akhirnya bisa menghasilkan peminpin kredibel.

Plt Kepala Bappeda Pamekasan Rachmat Kurniadi Suroso S Sos MSi mengatakan maksud penelitian itu juga untuk mengetahui sejauh mana potensi terjadinya gesekan gesekan dalam pelaksanaan Pilkada di Pamekasan termasuk faktor apa saja penyebabnya.

“Setelah mengetahuai adanya potensi gesekan gesekan itu, maka  maka sudah pasti kita juga untuk mengetahui langkah langkah apakah yang perlu kita dilakukan untuk mengupayakan penciptaan kedewasaan bagi masyarakat Pamekasan dalam menghadapi pelaksanaan Pilkada maupun momentum politik lain,’’ katanya.

Dalam penelitian ini, data yang dibutuhkan dikumpulkan dengan berberapa cara. Pertama analisis situasi tentang kondisi demokrafis penduduk dan kondisi politik di Pamekasan. Ini penting dikumpulkan untuk mengetahui untuk memetakan  gambaran makro tentang dinamika kesiapan politik  masyarakat Pameakasn.

Lalu juga melakukan review terhadap berbagai hasil studi tentang Pilkada dan prilaku pemilih yang telah dilakukan kalangan perguruan tinggi maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Ini penting sebagai upaya untuk memetakan situasi problematic  dan berbagai isu yang muncul.

Ketiga turun langsung mendatangi masyarakat yang telah  menggunakan haknya maupun yang tidak menggunakan. Ini  dilakukan lengkap di 13 kecamatan yang ada di Pamekasan. Jumlah responden yang diwawancarainya sebanyakl 1000 orang, baik laki lakli maupun perempuan dewasa yang telah memiliki hak pilih.

Muhammad Gazi pengamat politik Pamekasan menilai langkah Pemkab melakukan riset ini sangat tepat. Dia bilang hasil penelitian itu sangat berguna untuk dijadikan acuan Pemkab Pamekasan, partai politik dan pihak lainnya, dalam menyikapi berbagai persaolan teknis maupun politis dalam setiap kegiatan politik di Pamekasan.

“Saya sudah sering menyampaikan tentang perlunya riset tentang hal itu. Bahkan dalam berbagai forum bersama Bupati  dan pihak terkait saya juga sampaikan langsung. Alhamdulillah sekarang riset itu telah dilakukan, hasilnya nanti bisa dipakai secara positif untuk kepentingan pendewasaan politik di Pamekasan  ini,” katanya. mas