Atasi Kegawatdaruratan Pediatri dan Neonatal , SIF Gandeng RSU Haji Surabaya

Gubernur SIF, Shee Tse Koon dan Direktur RSU Haji Surabaya, Sri Agustina Ariandani

SURABAYA (global-news.co.id)  – Masih tingginya angka kematian bayi  dan balita di Jawa Timur salah satunya disebabkan karena keterlambatan penanganan kegawatdaruratan yang terjadi. Kegawatdaruratan itu umumnya terjadi pada bayi prematur dan adanya kegawatan saluran nafas.

Di Jawa Timur sendiri, angka kematian bayi pada 2016 sebanyak 23,6 per 1000 kelahiran  –masih lebih baik dari angka nasional yang sebesar 25 per 1000 kelahiran.  Sementara di Rumah Sakit Umum Haji Surabaya, pada 2017 dari sekitar 800-an kelahiran bayi hidup sebanyak 23 di antaranya meninggal. bayi

Untuk mengatasi itu, Singapore International Foundation (FIF) melalui kemitraannya dengan Rumah Sakit Umum Haji Surabaya dan Singapore Health Services (SingHealth)  berkolaborasi dalam program kegawatdaruratan pediatri dan perawatan neonatal. Program ini sendiri selaras dengan salah satu tujuan Indonesia untuk mengurangi tingkat kematian bayi dan balita.  RSU Haji dipilih karena rumah sakit milik Provinsi Jatim ini juga memiliki program unggulan children care.

Direktur RSU Haji, Dr drg Sri Agustina Ariandani, mengatakan, pihaknya menyambut baik kemitraan untuk Proyek Kegawatdaruratan Pediatri dan Perawatan Neonatal ini. “Setidaknya ini akan makin memampukan  kami dalam memberikan perawatan yang komprehensif untuk anak-anak dan bayi di Jawa Timur yang memerlukan perawatan darurat,” ujarnya pada peluncuran program Paediatric Emergency & Neonatal Care Project, Selasa (31/7).

Dijelaskan, sebagai rumah sakit tipe B dan rumah sakit rujukan, RSU Haji juga menerima pasien-pasien termasuk bayi neonatus (0-28 hari) dan anak-anak tersebut dari fasilitas kesehatan tingkat satu yaitu puskesmas atau klinik bersama. Di samping bayi-bayi yang memang dilahirkan di rumah sakit itu sendiri.

Dalam program yang berdurasi empat tahun ini tim spesialis dari Singapore International Volunteers yang terdiri tim dokter dan perawat multidisiplin dari KK Women’s and Children’s Hospital yang berada di bawah naungan SingHealth  akan memberikan pelatihan dan saling berbagi pengetahuan, keterampilan dengan tenaga kesehatan khususnya dalam memberikan perawatan kritis terhadap bayi dan anak-anak yang berisiko di Jatim. Kerjasama ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi lebih dari 50.000 pasien per tahun di Jatim.

Kerjasama  SIF dengan RSU Haji ini bukan kali pertama. Pada 2007 lalu pernah dilakukan kerjasama dalam hal pengembangan manajemen, namun sifatnya lebih singkat.

Di Jawa Timur, SIF juga pernah menjalin kemitraan dengan RSUD dr Soetomo pada 2007-2010, dengan RSUD Saiful Anwar Malang (2007-2009), dan dengan RS Jiwa Menur  (2018). “Tahun ini menandai peringatan 26 tahun persahabatan SIF dengan masyarakat Indonesia. Misi kami adalah untuk membangun hubungan yang kuat antar masyarakat untuk dapat bekerjasama dan memberi dampak serta perubahan yang positif,” ujar Shee Tse Koon, Gubernur SIF.ret