2.300 Spesialis Kulit dan Kelamin Berkonferensi di Surabaya

SURABAYA (global-news.co.id) – Sekitar 2.300 dokter spesialis kulit dan kelamin dari berbagai negara di Asia akan hadir di Surabaya mengikuti Regional Conference of Dermatology (RCD) ke-23 yang digelar The League of  ASEAN Dermatological Societies (LADS) bersama Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) pada 8-11 Agustus 2018. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah harmonisasi profesionalisme di kalangan dokter spesialis kulit dan kelamin di ASEAN  sehingga memiliki kemampuan sama di era MEA (masyarakat ekonomi ASEAN).

“Pertemuan ini salah satunya bertujuan untuk mengakomodasikan misi dari organisasi, yaitu menyamakan kemampuan dokter kulit se ASEAN. Dengan kemampuan sama, deadline-nya pun akan sama, sehingga masing-masing tidak saling mengintervensi. Jadi nantinya ngapain ke Malaysia atau Singapura, wong kemampuannya sama,” kata Dr dr M. Yulianto Listiawan, SpKK(K), FINSDV, FAADV, Ketua Umum PERDOSKI sekaligus Ketua Panitia RCD 2018 dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PERDOSKI XVI, Selasa (7/8).

RCD merupakan pertemuan yang diadakan dua tahun sekali guna meng-update penemuan terbaru seputar ilmu kedokteran kulit. Kegiatan  ini diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan Perdoski ke 16.

Lewat workshop yang juga melibatkan dokter spesialis kulit dan kelamin dari Italia dan Australia ini, para dokter kulit Indonesia diharapkan juga bisa meningkatkan keterampilan dan kemampuannya sehingga bisa memberikan layanan yang maksimal kepada pasiennya.  Tentu saja dengan tetap mengedepankan etika dan patient savety.

Diakui, di masa lalu, spesialis kulit dan kelamin ini tidak begitu diminati. “Tapi sekarang booming dan jadi industri besar. Kami melihatnya, aspek medis tetap harus ditangani secara profesional sesuai etika. Adanya kegiatan ini, bermanfaat untuk sharing demi meningkatkan kemampuan, pengetahuan serta informasi mengenai teknik-teknik terbaru. Sekaligus juga untuk menempatkan posisi kita di dunia internasional,” kata dr Listiawan yang akrab disapa Wawan tersebut.

Selain meningkatkan wawasan, keterampilan, dan keahlian di bidang dermatologi dan venereologi (kulit dan kelamin), serta hubungan kerjasama dan kolaborasi pendidikan penelitian dan pelatihan, pertemuan ilmiah nasional dan kongres internasional ini juga diharapkan bisa lebih mengenalkan Surabaya sebagai salah satu pusat pendidikan dermatologi dan venereologi tertua di Indonesia, sekaligus sebagai salah satu ikon kebudayaan dan tempat wisata di Indonesia.ret