Waspadai Jika Terus Menerus Alami Gangguan BAB

SURABAYA (GN) – Kalau Anda kerap mengalami gangguan buang air besar (BAB), seperti diare atau sulit buang air besar (konstipasi), jangan pernah menyepelekan.  Dr Edwin Danardono SpB-KBD menyebut masih banyak orang yang cenderung menganggap biasa saat mengalami diare, sulit BAB, berak berdarah, atau berat badannya berkurang. “Kalau itu terjadi sampai 2 bulan berulang-ulang, harus waspada dan segeralah memeriksakan diri, karena itu berarti tanda ada sesuatu,” katanya di sela Simposium Tata Laksana Kanker Kolorektal Stadium Akhir yang digelar Adi Husada Cancer Center, Sabtu (7/7).

Penundaan pemeriksaan bukan tidak mungkin membuat stadium penyakitnya semakin berat. Penderita umumnya datang ke rumah sakit dengan stadium 3 bahkan stadium 4. Seperti kanker pada umumnya, kalau stadiumnya sudah tinggi penanganan kanker usus besar juga lebih sulit.

Diakui, penundaan ini dilakukan masyarakat dari segala lapisan, jadi bukan kelas ekonomi menengah ke bawah tapi juga di kalangan menengah atas.  Mereka menganggap berat badannya turun terus menerus lantaran puasa, atau berak darah karena ambeien.

Edwin juga mengatakan jumlah penderita kanker usus besar dari waktu ke waktu terus bertambah. Berapa angkanya, dia tidak bisa menyebut data pastinya. “Sejak ada BPJS, masyarakat kan semakin dimudahkan untuk bisa memeriksakan kesehatannya. Kalau sebelumnya mereka ragu untuk memeriksakan diri karena ada kekhawatiran soal biaya,” ujar spesialis bedah dari RSUD dr Soetomo ini.

Kanker kolorektal adalah jenis kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kanker ini umumnya bermula dari polip yang tumbuh di sepanjang dinding permukaan dalam usus besar serta rektum. Ada beberapa faktor pemicu kanker ini, yaitu pengaruh usia, faktor keturunan, pengaruh gaya hidup seperti kurang olahraga, kurang asupan serat, konsumsi minuman keras, kelebihan berat badan, obesitas, atau merokok, serta mengidap penyakit Crohn  dan kolitis ulseratif lebih dari 9 tahun.

Tingkat keganasan kanker ini menempati urutan ke-3 setelah kanker paru dan kanker hati atau bersaing dengan kanker kandungan.ret