Sarasehan di Fisip Ubhara, Jangan Pilih Caleg yang Korupsi

 

Suasana sarasehan di kampus Fisip Ubhara, Selasa (24/7).

SURABAYA (global-news.co.id)-Masyarakat diimbau menjadi pemilih cerdas dalam pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden 2019. Yakni dengan memberikan suara pada calon yang dianggap benar benar baik dan bisa memperjuangkan perbaikan negara.

Dalam Sarasehan “Memilih Cerdas Pelaksanaan Pilpres Pileg 2019 yang Demokratis, Jujur dan Adil” digelar di gedung Fisip Universitas Bhayangkara, Selasa (24/7/2018) malam, menghadirkan tiga narasumber, yakni Nadjib Hamid (mantan komisioner KPUD Jatim), Ratna Setijarahajoe (Dosen Fisip Ubhara), dan M. Jamil (anggota Bawaslu Sidoarjo).

Dalam paparannya sebagai pembicara ketiga, Jamil mengungkapkan banyak anggota dewan yang ketika sudah jadi anggota justru tidak tahu tugasnya. “Di daerah-daerah pelosok, ada anggota dewan yang lolak-lolok (bahasa Jawa: tidak tahu –red.) tugasnya,” ujar Jamal.

Jamal meminta semua masyarakat agar turut memantau daftar calon anggota legislatif (caleg) yang disodorkan partai politik. “Ada sebagian parpol yang hanya sekadar memenuhi syarat untuk memenuhi ketentuan saja,” ujar Jamal. Karena itu, Jamal meminta kepada masyarakat untuk memantau daftar caleg sementara yang dibuat oleh pihak penyelenggara pemilu.

Sementara itu, Ratna Setijarahajoe, staf pengajar Fisip Ubhara, mengungkapkan agar memilih calon yang tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi. “Gunakan hak pilih kita, cermati calon-calon yang ada. Lihat rekam jejak mereka, apakah mereka terlibat kasus korupsi, bagaimana dengan kesehariannya,” ujar Ratna.

Dalam kesempatan yang sama seusai sarasehan, Nadjib Hamid sangat mendukung kegiatan semacam ini digelar di kampus-kampus. “Tidak hanya pas dilaksanakan mau ada pileg atau pilpres saja,”  ujar pria yang maju sebagai calon anggota DPD dari wilayah Jawa Timur ini.

Menurut Nadjib, kegiatan sarasehan yang digelar kerjasama antara Fisip Ubhara dan Forum Masyarakat Cinta Damai (Formacida) ini dinilai lebih mengena. “Dengan acara semacam ini, mahasiswa akan memperoleh informasi aktual, khusus terkait kepemiluan. Menurut saya, Fisip harus punya program kuliah bulanan seperti kuliah umum, menghadirkan tokoh tokoh yang terlibat di dunia masing-masing,” ujar Nadjib.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa peserta sarasehan mengajukan beberapa pertanyaan. Paling banyak pertanyaan ditujukan kepada Nadjib Hamid. Termasuk salah satunya terkait calon yang terlibat dalam kasus korupsi namun tetap maju dalam pileg. Kepada setiap penanya, Nadjib pun memberikan hadiah berupa buku dengan berbagai judul. (faz)