Plt Sekdakab Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Pamekasan Menuju Asrama Haji

Moh Alwi (pegang bendera start) bersama Forkopimda melepas Jamaah Haji di depan Masjid Asy Syuhadak, Pamekasan. (GN/Masdawi Dahlan)

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Plt Sekdakab Pamekasan Drs H Moh Alwi MSi mewakili Pj. Bupati Dr Ir RB Fattah Jasin MS, Jumat (20/7/18), melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) asal Pamekasan, di halaman Masjid Agung Asy Syuhadak Pamekasan, disaksikan oleh anggota Forkopimda Pamekasan, para ulama dan ribuan keluarga JCH.

JCH asal Pamekasan pada pemberangkatan haji tahun ini sebanyak sebanyak 885 orang, tergabung dalam keompok terbang (kloter) 12 dan 123 embarkasi Juanda Surabaya. Sebelum diterbangkan menuju Tanah Suci, mereka akan berada di Asrama Haji Sukolilo Surabaya menunggu jadwal penerbangan.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami lepas keberangkatan jamaah haji semoga selamat lancar dan sempurna dalam melaksanakan tugas dan proses ibadah haji sehingga bisa meraih haji mabrur,” kata Alwi sambil mengibarkan bendera kotak kotak hitam putih tanda pelepasan keberangkatan jamaah haji.

Para JCH tersebut, Senin (9/7/18) lalu, telah dilepas secara resmi oleh Pj. Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin, juga dilakukan di Masjid Agung Asy Syuhadak Pamekasan dan dihadiri oleh Forkopimda dan para pejabat terkait lainnya dari Kemenag maupun Pemkab Pamekasan. Pada kesempatan itu juga dilakukan pembinaan dan persiapan sebelum keberangkatan.

Fattah Jasin dalam pengarahannya saat itu menyampaikan bahwa haji adalah ibadah yang membutuhkan stamina fisik yang bagus, karena itu semua JCH harus pandai pandai menjaga kesehatannya. Dia pun menyarankan agar menjalankan ibadah dengan terukur dan sesuai dengan kemampuan fisiknya. Dia mengatakan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan oleh JCH agar pelaksanaan hajinya bisa sempurna dan makbul. Pertama menjaga sikap ikhlas. Maksudnya menjalankan semua prosesi ibadah haji semata mata karena mengharap ridla Allah SWT. “Ikhlas itu sebenarnya sudah dimulai sejak proses awal, pada saat pelepasan ini hingga nanti pada prosesi semua peribadatan harus dijaga keikhlasannya itu. Sehingga nanti hati menjadi tenang dan insya Allah fisik juga akan kuat. Ikuti semua aturan dan ilmu yang ada di mansik haji. In sya Allah Allah semua berjalan lancar,” katanya.

Kedua yang harus dijaga sifat tawakkal kepada Allah SWT. Tawakkal menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT atas peribadatan yang dilakukannya, setelah berusaha  semaksimal mungkin. Dengan bertawakkal tentunya berharap agar semua prosesi ibadah hajinya aman dan lancar dan diterima oleh Allah SWT.

Ketiga atau terakhir harus sabar. Sabar dalam menjalani semua prosesi napak tilas ibadah haji. Sabar juga dalam menghadapi beberapa rintangan dan gangguan. “Nah dengan ikhlas, tawakkal dan sabar itu jika dilakukan in sya Allah kita akan menemukan  ketenangan dan kekhusuaan dalam ibadah haji ini,” katanya.(mas/*)