Peluang Harry Kane Lampaui Gary Lineker

MOSCOW (global-news.co.id) – Harry Kane hingga saat ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018. Pemain berusia 24 itu berpeluang menjadi top skor di kejuaraan sepak bola antarnegara tersebut.

Keberhasilan Inggris melaju ke semifinal sekaligus memperbesar peluang Kane menjadi top skor karena ia masih memiliki dua pertandingan, laga melawan Kroasia yang akan berlangsung Kamis (12/7) dini hari, dan laga perebutan tempat ketiga atau partai puncak.

Dari empat laga yang dilakoni, Kane hanya gagal mencetak gol ketika Inggris berhadapan dengan Swedia di babak perempat final. Dua gol ke gawang Tunisia mengawali kiprah Kane di Piala Dunia. Setelah itu mantan pemain pinjaman Leicester City mencetak tiga gol ke gawang Panama yang dua di antaranya berasal dari titik putih.

Setelah dicadangkan pada pertandingan fase grup menghadapi Belgia, gol terakhir Kane juga dibukukan lewat tendangan 12 pas ketika menghadapi Kolombia di babak 16 besar.

Kane yang tampil sebanyak empat kali dalam durasi 363 menit sudah mencetak enam gol. Perolehan gol pemain Tottenham Hotspur itu lebih banyak dua gol ketimbang pesaing terdekat, Romelu Lukaku, Cristiano Ronaldo, dan Denis Cheryshev.

Di antara tiga nama tersebut hanya Lukaku yang berpotensi menambah gol dan bersaing ketat dengan Kane dalam daftar top skor Piala Dunia 2018 karena masih memiliki satu pertandingan lagi dalam perebutan peringkat ketiga, Sabtu (14/7).

Dua penyerang Prancis, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe yang kini mengemas tiga gol adalah pemain-pemain lain yang memiliki jarak terdekat dengan Kane.

Jumlah gol Kane menyamai torehan mantan penyerang Inggris yang menjadi top skor di Piala Dunia 1986, Gary Lineker. Sementara Kane masih tertinggal empat gol dari Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di Piala Dunia.

Jika menjadi top skor dengan enam gol maka Kane menyamai torehan beberapa pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia dengan jumlah gol yang sama, seperti James Rodriguez (2014), Davor Suker (1998), Hristo Stoichkov dan Oleg Salenko (1994), Salvatore Schillaci (1990), Lineker (1986), Paolo Rossi (1982), dan Mario Kempes (1978). (cnn)