Massa Menyemut Hadiri ‘Sinau Bareng Cak Nun’

GN/Istimewa
Ribuan massa menghadiri Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng di kampus PENS, Jumat (20/7) malam.

SURABAYA (global-news.co.id) Massa menyemut hadiri gelaran ‘Sinau Bareng Bersama Cak Nun dan Kiai Kanjeng” di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Jumat (20/7) malam.

Pengajian Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang digelar serangkai dengan peringatan Dies Natalis PENS ke-30 itu, mengambil tema “Budaya Inovasi dan Inovasi Budaya”

Dalam maiyahnya, Emha Ainun Nadjib atau lebih akrab disapa Cak Nun mengungkapkan, bahwa sejatinya manusia hidup selalu melakukan apa yang disebut inovasi. “Hanya saja kelengkapan berinovasi itu yang harus dipenuhi, apalagi ada tuntutan budaya. Jadi inovasi juga harus sholeh, yakni sudah dihitung manfaat dan mudharatnya. Semakin tinggi manfaatnya, maka semakin sholeh kadarnya. Jadi inovasi boleh di bidang teknologi, kesenian, apa saja, yang tidak boleh diinovasi adalah syariat syar’i ibadah-ibadah yang langsung dari Allah, seperti shalat lima waktu dan shalat Jum’at,” jelasnya.

Meski acara serupa pernah digelar, Sinau Bareng Cak Nun yang digelar Jumat tadi malam dihadiri ribuan civitas akademika. Acara yang dipusatkan di lapangan merah tak mampu menampung mereka yang hadir. Mereka yang hadir pun memadati selasar-selasar ruang-ruang kuliah di gedung lantai dua dan tiga tersebut.

GN/caknun.com

Dalam kesempatan tersebut, Cak Nun juga berpesan pada para mahasiswa dan PENS sebagai instansi pendidikan agar menemukan kembali kelengkapan inovasi. “Jadi dunia ilmu pengetahuan, agama, dan teknologi ditemukan kembali akar budayanya,” terang Cak Nun. “Mahasiswanya saya harap selalu dinamis untuk mencari manfaat yang baru,” ucap suami Novia Kolopaking tersebut.

Sebelumnya memberikan maiyah, acara dibuka dengan pembacaan tilawatil Qur`an. Kemudian dilanjutkan dengan tampilnya Cak Nun dan jajaran pimpinan PENS ke panggung. Hadir Muhammad Nuh (mantan rektor ITS dan Mendiknas). Acara pun diawali sambutan Direktur PENS, Dr. Zainal Arief dan kemudian diikuti sambutan Prof Dr Muhammad Nuh DEA. ”Sekarang bukan zamannya kompetisi, sekarang jamannya sinergi. Dari saya menjadi kita, dari kita menjadi kami. Sukses untuk Dies Natalis PENS ke-30,” ungkapnya. (riz/faz)