Halal bi Halal Yayasan PWJ Berlangsung Meriah

SURABAYA (global-news.co.id) – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara Yayasan, Dosen, Mahasiswa dan Alumni, Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (PWJ) menggelar acara Halal bi Halal, Jumat, 6 Juli 2018. Bertempat di Joglo Kampus Stikosa-AWS Jl. Nginden Intan Timur I/18 Surabaya, tampak hadir mantan Ketua Yayasan PWJ yang juga calon Bupati terpilih Kab. Magetan Dr Suprawoto, Wartawan senior Drs Amak Syarifudin dan juga jajaran pengurus Yayasan PWJ.

Meski Ketua Stikosa-AWS Drs.Ismojo Herdono, M.Med.Kom tidak hadir karena kesibukannya menyelesaikan studi S3- nya di Universitas Pajajaran Bandung, namun acara yang digelar di kampus yang telah menelurkan ribuan wartawan di tanah air ini tetap berlangsung meriah, apalagi Dr. Dhimam Abror tampil memberikan taushiyah yang bertemakan “Komunikasi Profetik di dalam Halal bi Halal”.

Dr Dhimam Abror memberikan taushiyah.

Alumni angkatan 83 yang saat ini Dosen Komunikasi Politik ini menyatakan, tidak ada syariat setelah berpuasa satu bulan melaksanakan halal bi halal, tetapi tradisi orang Indonesia ini sangat baik untuk dilestarikan. Ini mengingat, dalam Islam terdapat dua dimensi tidak hanya hubungan dengan Allah tetapi juga dengan sesama manusia(hablum minallah & hablum minannas).

Semua ibadah kita selalu berhubungan dengan dua dimensi tadi. Sebagai manusia diuji ketika berpuasa, karena percaya adanya Allah dimana-mana maka kita tidak akan minum walaupun dengan sembunyi, begitu juga hakikat kita sebagai manusia kita harus jujur karena percaya Allah ada dimana-mana dan sebagai manusia yang memiliki hubungan antar manusia maka kita harus kerja serius, tidak mendlolimi sesama manusia.

Dalam kaitan hablum minallah sebenarnya dosa-dosa kita secara lahiriyah pasti diampuni Allah karena Allah maha pengampun tetapi bagaimana dengan dosa kemanusiaan kita? Ini yang sulit untuk diampuni. Karena itu, pentingnya halal bi halal ini menyangkut dimensi kemanusiaan.

“Komunikasi adalah adanya komunikan, komunikator & feedback (umpan balik), apakah do’a sebagai komunikasi? Iya karena ada hubungan antara manusia dengan Tuhan,” jelas Abror.

Menurut Abror, sekecil apapun yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia. Karena itu, dia berpesan kepada mahasiswa bahwa siapa yang menuntut ilmu, Allah akan memudahkan masuk surga, maka sebagaimahasiswa jangan mengeluh untuk datang ke kampus meski rumahnya jauh karena pasti nanti akan memetik hikmahnya.Seperti dikatakan Bung Hatta, bahwa akar itu pahit tetapi buahnya manis. (fan)

Tag: