Fatah Jasin Serahkan SK 115 PNS

GN/Istimewa
Fattah Jasin beri ucapan selamat pada PNS penerima SK.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pj. Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin MS, Selasa (24/7/18) menyerahkan SK PNS bagi 115 CPNS di lingkungan Pemkab Pamekasan. Penyerahan dilakukan di pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Dari 115 PNS itu 107 orang bidan dan 8 orang tenaga penyuluh pertanian.

115 PNS itu bukan hasil rekrutmen pemerintah daerah namun merupakan hasil rekrutmen khusus pemerintah pusat pada tahun 2017 lalu, yang dibawah kordinasi dua kementrian yakni Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pertanian. Pemerintah daerah hanya menerima hasil dan bertugas menempatkan mereka sesuai dengan kebutuhan daerah.

Fattah Jasin mengatakan para PNS yang baru saja menerima SK itu merupakan orang pilihan yang mendapatkan kesempatan baik dari negara untuk menjadi pegawai negara melayani masyarakat. Dia meminta agar para PNS yang menerima SK itu bersyukur karena mendapatkan kesempatan baik ditengah sulitnya kesampatan kerja saat ini.

Para PNS penerima SK itu mayoritas sebelum ikut tes merupakan tenaga honorer daerah, karena itu mereka telah memiliki pengalaman dan keterampilan yang mumpuni untuk langsung bekerja dengan baik memberikan pelayanan bagi masyarakat. Baru ketika ada kesempatan rekrutmen resmi mereka ikut tes dan akhirnya berhasil lulus sebagai aparat negara secara resmi.

“Pengalaman menjadi tenaga honorer selama ini sangat banyak gunanya untuk kelancaran dan kebaikan dalam menjalankan tugas. Artinya para PNS yang saat ini merima SK itu tidak perlu lagi meraba raba atau penyesuaian diri dengan pekerjaannya. Saya yakin insya Allah anda akan langsung bisa bekerja mandiri dengan baik bagi masyarakat,” katanya.

Fattah Jasin mengungkapkan bahwa bidan dan tenaga penyuluh pertanian merupakan dua profesi yang sangat dibutuhkan Pamekasan saat ini. Ini terkait dengan kondisi Indek Pembangunan Manusia (IPM) Pamekasan yang terbilang rendah dibandingkan daerah lainnya di Jawa Timur. IPM Itu terlihat dari aspek partisipasi pendidikan, ekonomi dan kesehatan.

“Nah untuk partisipasi kependidikan, masalah kondisi ekonomi dan bidang kesehatan yang merupakan indicator penilaian IPM, kita dan daerah lainnya di Madura ini memang terendah di Jatim. Karena itu soal tersebut merupakan persoalan yang harus dicari solusinya untuk dituntaskan,” tandasnya.

Profesi bidan dan penyuluh pertanian, kata Jasin, merupakan profesi yang bisa dipakai untuk banyak berperan penting dalam menangani masalah kelemahan IPM bidang Kesehatan dan Perekonomian atau kersejahteraan. Karena itu dia mengaku dua profesi itu sangat strategis dan diharap bisa berperan maksimal.(mas/*)