Ditetapkan Jadi Gubernur Terpilih, Khofifah Tanpa Emil Dardak

 

GN/Istimewa
Khofifah Indar Parawansa ditetapkan oleh KPU Jatim sebagai gubernur terpilih. Ia tanpa didampingi wakilnya Emil Dardak yang ke luar negeri dalam rangka menerima penghargaan.

SURABAYA (global-news.co.id)–Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak ditetapkan sebagai gubernur-wakil gubernur Jawa Timur terpilih dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Whyndam Surabaya, Selasa (24/7).

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito membacakan penetapan Khofifah-Emil Dardak sebagai gubernur-wakil gubernur. “Dengan ini kami menetapkan bahwa pasangan calon nomor urut satu, Khofifah-Emil Dardak sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih. Pasangan Khofifah-Emil Dardak memperoleh suara total 10.456.284 atau 55,55 persen,” kata Eko Sasmito.

Eko mengatakan, setelah penetapan itu, tugas KPU sudah selesai dalam gelaran Pemilihan Gubernur Jatim. “Itu ditandai dengan penyerahan berita acara kepada pasangan calon terpilih. Proses selanjutnya berada di ranah Kemendagri,” ujarnya.

Dalam penetapan tersebut, Emil Dardak yang masih menjabat sebagai Bupati Trenggalek,  absen hadir, karena menghadiri penghargaan di New York, Amerika Serikat.

Emil pun menyampaikan salam sambutan yang disampaikan Khofifah dalam sambutannya. Kata Khofifah, Emil terpaksa absen karena menghadiri penghargaan Bloomberg Harvard City Leadership Initiative 2018 di New York mewakili Kabupaten Trenggalek. “Ternyata, beliau satu-satunya dari Asia,” ujarnya.

Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama penyelenggara pemilu dan partai pendukung. “Kedewasaan masyarakat untuk menghargai dan menghormati ini sangat luar biasa, sehingga Pilkada Jatim berjalan hangat,” kata Khofifah.

Usai ditetapkan menjadi Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah membicarakan beberapa langkah kerja. Salah satunya dengan membentuk tim navigasi program. Tugasnya, kata Khofifah, melakukan penajaman, penguatan, pengayaan dan pengembangan.

Tim ini juga akan berkoordinasi dengan rivalnya di Pilgub, yaitu Saifullah Yusuf untuk disinkronisasi dengan program yang dimiliki pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut. Apalagi dalam beberapa kesempatan Gus Ipul mengaku akan menitipkan aspirasi dan programnya kepada Khofifah jika terpilih.

Selain itu, Khofifah juga akan menggabungkan program-program yang telah disinkronisasi dengan Gus Ipul tersebut dengan program pemerintahan Gubernur Soekarwo.

“Kita berharap bahwa dalam waktu dekat ini nunggu Pak Emil datang, kita akan sinkronkan dengan program-program yang dulu pernah disampaikan oleh Gus Ipul. Jadi program yang dirancang oleh timnya Gus Ipul dan Mbak Puti, kemudian kesinambungan program yang sudah berjalan selama ini terutama dari RPJMD yang menjadi efisiensi dari programnya Pemprov selama 10 tahun,” paparnya.

Khofifah mendasarkan kebijakan ini dari prinsip 2C yang dimilikinya, yaitu continuity dan change. Sebab baginya ada beberapa program dari pemerintah yang harus dilanjutkan. Namun ada pula yang harus diubah agar lebih baik ke depannya. “Oleh karena itu prinsipnya memang pada 2C. Continuity-nya ada program pengentasan kemiskinan yang itu salah satu PR utama di Jatim, Pakdhe Karwo punya program jalin matra, maka antara jalin matra dan program-program pengentasan kemiskinan dan bisa lebih efektif kita ingin itu dibantu lah TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) untuk di-zoom,” lanjut Khofifah.

Di kesempatan yang sama, Khofifah menegaskan saat memimpin Jatim nanti, pihaknya membutuhkan partnership dan dukungan masyarakat untuk memaksimalkan produktifitas pembangunan di Jatim.  “Kami membutuhkan partnership maka public private partnership menjadi bagian dari tim untuk bisa memaksimalkan seluruh energi positif dan produktivitas dari seluruh pembangunan di Jawa Timur,” pungkasnya.(viv/dtc)