Ciptakan Kemandirian Ternak, YHMCHI Gandeng Masyarakat Purwosari

PASURUAN (global-news.co.id) – Mewujudkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kemandirian masjid, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) kembali menjalin kerjasama bidang ternak sapi. Kali ini dengan warga RT 03/RW 03, Desa Cendono, Purwosari, Pasuruan.

Bentuk kerjasama dengan warga tersebut pada prinsipnya untuk memberdayakan warga setempat. Dengan harapan pada akhirnya memberikan lapangan pekerjaan kepada warga.

Dalam kerjasama ini, YHMCHI juga menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Dalam pelaksanaannya pengembangan ternak sapi ini, warga juga diberikan pendampingan dan pembimbingan, terutama cara ternak sapi dengan memanfaatkan teknologi modern.

Dua guru besar FKH Unair ikut terlibat membimbing warga, yaitu Prof. Dr. R Tatang Adikara MS.akp.DVM dan Prof Herry Agoes Hermadi M.S drh, dibantu 5 mahasiswa yang berada di lapangan.
Ketua YHMCHI, H.A. Nurawi mengatakan, sebenarnya program ini sudah berjalan dua tahun belakangan ini. Selain usaha ternak sapi, YHMCHI juga menggelar kerja sama dengan Pondok Pesantren Al Amien, Sumenep Madura, bidang usaha teknologi pembuatan bakery atau roti.

“Jadi, diharapkan mampu memberikan manfaat pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga kemandirian masjid,” katanya.

Khusus pemberdayaan dan kemandirian ekonomi melalui ternak sapi, bekerja sama dengan pihak akademisi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Dipimpin langsung oleh dua Guru besar FKH Unair, yaitu PRof. Dr. R Tatang Adikara MS dan Prof Herry Agoes Hermadi.

“Kita berharap dengan bidang usaha ini bisa menciptakan kedaulatan ternak. Jadi tidak lagi harus bergantung dari luar atau impor,” kata Prof Tatang.

Nantinya, lanjut Prof Tatang, akan melakukan penjagaan kerja sama dengan sejumlah pihak, sehingga benar-benar tercapai masyarakat yang mandiri dan berdikari secara ekonomi.

“Kami juga akan terus siap mencari teknologi terbaru yang mungkin lebih efisien. Untuk saat ini yang sedang kita kembangkan adalah teknologi laser dan teknologi penggemukan,” katanya.

Soal Jumlah sapi yang diternakkan di desa Cendono ini, Ahmad Subiyantoro, Koordinator Program Kerja Sama mengatakan, saat ini sudah terdapat sebanyak 139 ekor, dan menurutnya masih bisa terus bertambah jumlahnya.
Menurut Kepala desa Cendono, Sanari, mayoritas 80% warganya sejak awal adalah peternak sapi potong. Dengan adanya kerja sama usaha ternak tersebut, sangat membantu menciptakan tenaga kerja bagi warganya.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya kerjasama ini. Apalagi kami juga mendapat bimbingan berternak sapi secara modern serta penerapan teknologi modern,” katanya. (Tamam)