BI Jatim Mulai Kampanyekan GPN

GN/Retno Asri
Yudi Harimukti (kanan) didampingi deputi lainnya saat memaparkan kampanye penukaran kartu berlogo GPN dalam bincang bareng media di Hotel Garden Palace, Rabu (25/7/2018).

SURABAYA (global–news.co.id) – Bank Indonesia Perwakilan Jatim mengimbau masyarakat pengguna kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan kartu debet untuk segera menukarkannya dengan kartu berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Penukaran ini bisa dilakukan pada 30 Juli hingga 3 Agustus di empat lokasi yang ditunjuk dan tidak dikenakan biaya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim, Yudi Harimukti, mengatakan, penukaran kartu itu didukung bank-bank yang tergabung dalam Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN), Bank Jatim, dan beberapa bank swasta seperti Bank Maspion dan Bank CIMB Niaga.

Di Surabaya launching kampanye penukaran kartu berlogo GPN akan ditandai dengan kegiatan Fun Walks yang dilaksanakan pada Minggu (29/7) pagi di Kantor BI Perwakilan Jatim. Sedang penukarannya bisa dilakukan di Kantor BI Jatim pada 30-31 Juli, Kantor Pemprov Jatim (1-3 Agustus), Kantor Pemkot Surabaya dan Pasar Atum pada 30 Juli sampai 3 Agustus.

“Ke-11 bank pendukung tersebut siap mendistribusikan kartu GPN di 4 lokasi tersebut. Kami menargetkan 380 ribu kartu GPN bisa disalurkan dalam masa kampanye tersebut,” kata Yudi dalam kegiatan bincang bareng media di Hotel Garden Palace, Rabu (25/7/2018).

Dijelaskan, kampanye ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan awareness dan acceptance masyarakat terhadap pentingnya penggunaan kartu GPN. Tujuan GPN sendiri untuk memudahkan transaksi secara nasional, lebih inklusif dan aman. Data nasabah tidak perlu lagi dikirim ke luar negeri sebagaimana kalau menggunakan kartu Visa, sehingga data nasabah lebih aman.

GPN merupakan terobosan dalam menghilangkan fragmentasi melalui interkoneksi dan interoperabilitas antar Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

“Melalui GPN, sistem pembayaran Indonesia ke depan akan mencakup semua layanan, lebih inklusif, mudah, efisien, serta selalu terjaga keamanannya,” tambah Yudi yang didampingi deputi lainnya.

Dengan interkoneksi dan interoperabilitas uang elektronik, seluruh uang elektronik dapat digunakan untuk pembayaran di setiap ruas jalan tol. Nantinya, 1 merchant akan membutuhkan lebih sedikit EDC dan satu mesin EDC akan dapat memproses seluruh jenis kartu.

Secara nasional ada 95 bank yang menerbitkan kartu berlogo GPN ini. Targetnya hingga akhir 2018 ini sebanyak 30% dari total nasabah bank sudah mengganti kartu ATM dan kartu debetnya dengan kartu berloko GPN. Sedang nasabah baru otomatis akan mendapatkan kartu yang sudah berlogo GPN. Pada 2022, lanjut Yudi, ditargetkan setiap nasabah setidaknya memiliki 1 kartu.

Penggunaan kartu berlogo GPN memberikan manfaatan bagi masyarakat luas, di antaranya adalah kartu ATM/debet dengan logo GPN dapat digunakan di seluruh ATM dan terminal pembayaran dalam negeri. Selain itu, biaya transaksi juga lebih rendah. Bahkan, khusus bagi penerima bantuan sosial pemerintah, tidak dikenakan biaya pada saat melakukan pencairan.

Sementara bagi bank, kehadiran GPN dapat memperluas akseptasi nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran. Bank tidak perlu berkompetisi dalam menyediakan infrastruktur kanal pembayaran, sehingga dapat lebih leluasa dan fokus dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabahnya. (ret)

Tag: