Semakin Berzakat, Rezeki Mengalir, Keluarga Pun Bahagia

SUASANA pembagian zakat mal di Masjid Cheng hoo Gua China Malang Selatan.

Dia muda. Dia kaya. Dia enerjik. Bersama sang suami, Hamba Allah itu bahu membahu menyalurkan zakatnya ke sejumlah pelosok di Jawa Timur (Jatim). Selama Ramadhan, wartawan Global News hampir seluruhnya mengikuti pembagian zakat tersebut. Ketika diwawancarai, wanita muda ini, bersikeras tak mau “mengumbar” kepada siapa pun perihal zakat yang dikeluarkan. Alias tak mau diwawancarai secara langsung. Dia hanya mengatakan, semuanya ini karena Allah. “Kami takut kalau diwawancarai, lalu tersiar di media, terjerumus kepada riya. Biarlah semua ini berjalan alami sesuai ajaran agama yang saya anut,” kata ibu dua anak ini.

OLEH: ERFANDI PUTRA

GLOBAL NEWS terus mendesak agar berita ini bisa “diturunkan”. Bukan ingin menonjolkan pribadi-pribadi dalam mengeluarkan zakatnya. Lebih dari itu, agar apa yang dikerjakan “Hamba Allah” tersebut menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Mengapa demikian? Ada beberapa catatan, yakni pertama, nilainya yang dapat dikata fantastis. Terpenting lagi, meski penerima zakat mal dan sodaqoh itu jumlahnya ribuan, tetapi tak ada insiden sekecil apa pun. Semua berjalan lancar dan tertib. Tak ada kegaduhan. Apalagi jatuh korban.

Keikhlasan pasangan muda ini dalam membagikan zakatnya memang patut diapresiasi. Bagaimana tidak, sepanjang Ramadhan, hampir dapat dikata semua pekerjaaannya praktis “ditinggalkan”. Mereka berdua dibantu beberapa stafnya terjun langsung ke berbagai tempat di Jatim yang memang membutuhkan uluran tangan. Setidaknya terdapat 13 titik di Jatim tahun ini telah mendapat zakat mal dari Hamba Allah itu. Seperti di Madura, Probolinggo, Surabaya, hingga Malang Selatan.

Di 13 titik pembagian zakat tersebut, setidaknya telah disebarkan 22.000 kartu yang diberikan kepada yang berhak. Setiap pemegang kartu selanjutnya ditukar dengan nilai uang Rp 70.000. Secara keseluruhan nilainya Rp 1,54 miliar. Angka ini meningkat dibanding tahun lalu yang nilai pembagian zakatnya mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Keluarga muda ini memulai membagikan zakat secara massal sejak tahun 2013 dengan nilai sekitar Rp 300 juta waktu itu. Tahun depan diperkirakan akan membagikan zakatnya sekitar Rp 2 miliar. Mohon doanya.

Tertib dan Lancar

Pembagian zakat mal yang melibatkan massa banyak tak sedikit yang menimbulkan kegaduhan. Bahkan ada yang jatuh korban. Ini yang menjadi perhatian serius dari Hamba Allah ini. “Ibu sangat menekankan masalah ini. Artinya, ibu dalam setiap ada pembagian zakat, jauh-jauh hari yang diperhatikan bagaimana pelaksanaan di lapangan. Jangan sampai ada kegaduhan. Apalagi ada korban. Ini menjadi perhatian serius ibu (Hamba Allah),” kata Erlin Yusniartin, juru bicara Hamba Allah.

Bagaimana tim lapangan mengatur agar tak jadi keributan. Suami-istri Hamba Allah ini langsung turun tangan sendiri untuk menata bagaimana pembagian zakat tersebut berjalan tertib dan aman. Caranya? Anrean dibagi dua jalur. Mendahulukan wanita tua, dan orang cacat. Selanjutnya, laki-laki tua. Setelah itu masyarakat umum yang dibedakan menjadi jalur laki-laki dan jalur perempuan. “Selama pelaksanaan pembagian zakat, alunan sholawat terus dikumandangkan dengan harapan masyarakat yang sedang antre menjadi tenang hatinya. Nyatanya selama pembagian zakat mal di 13 titik di Jatim dengan penerima sekitar 22.000 orang berjalan lancar,” kata Erlin.

Tidak itu saja, katanya, dalam pembagian zakat tersebut tidak lepas juga dengan hadirnya teknologi, yakni “kupon barcode”. Dengan hadirnya “kupon barkode” ini, tidak terjadi penipuan-penipuan kupon untuk menerima zakat. “Alhamdulillah selama pelaksanaan tak ada hal-hal yang tidak kita inginkan. Semuanya tertib dan lancar. Kami menutup pembagian zakat mal ini di Masjid Cheng Hoo Gua China, Malang Selatan,” jelasnya.

Pembagian zakat mal dan sodaqoh yang berlangsung di Masjid Cheng Hoo Gua China Malang Selatan, Senin (11/6/2018), berjalan tertib meski jumlah penerima sebanyak 1.000 orang. Hal ini tidak terlepas manajemen system antrean dan teknologi yang digunakan, yakni menggunakan “kupon barcode”, sehingga pelaksanaan pembagian zakat mal dan sodaqoh berjalan lancar.

“Kami atas nama keluarga Hamba Allah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami. Terutama Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) yang sedari awal mengawal kami,” Erlin.

Rezeki dan Kebahagiaan

Ternyata Hamba Allah tak hanya menyalurkan bantuannya terutama zakat di dalam negeri, khususnya di Jatim. Ke Suriah pun dia juga menyumbangkan hartanya melalui lembaga amal. Mengapa suami-istri hamba Allah ini begitu getolnya melakukan gerakan sosial? Setidaknya ada beberapa alasan untuk itu. Yang pertama, bahwa itu merupakan amanah almarhum abahnya. Seperti diketahui, nama abah Hamba Allah itu sudah melekat di hati masyarakat Surabaya dalam hal pembagian zakatnya.

Tidak hanya itu, dalam hal memenuhi kewajibannya sebagai Hamba Allah, ternyata suami-istri ini juga “munsucikan” hartanya juga untuk Negara. Pajak tidak pernah menunggak. Bahkan barang-barang elektronik yang digunakan tidak ada barang bajakan, sepeti halnya komputer. Di samping itu, seluruh karyawannya ‘diwajibkan’ mengeluarkan zakat dan berkurban. Kalau ada karyawan yang tak melaksanakan, Hamba Allah itu mengeluarkan atas nama karyawannya. “Ini semua sebagai bentuk ketaatan kepada agama dan negara,” kata Erlin.

Semakin habiskah hartanya setelah mengeluarkan zakat dengan nilai miliaran rupiah itu? Ternyata tidak. “Alhamdulillah bisnis semakin lancar. Keluarga dari tahun ke tahun semakin bahagia. Anak-anak tumbuh dengan baik. Alhamdulillah keluarga kami diberi kesehatan oleh Allah,” kata Hamba Allah. (*)