Pemkab Pamekasan Prioritaskan Jabatan Camat bagi Wanita

    Fattah Jasin memberikan santunan pada anak yatim dalam acara Safari Ramadan di Tlanakan.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pj Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin MS menegaskan sudah waktunya wanita diberi peluang memegang jabatan sebagai pimpinan wilayah kecamatan atau camat. Faktanya ada camat wanita di Pamekasan memiliki kemampuan bagus dan berhasil membawa kecamatan yang dipimpinnya memiliki banyak prestasi.

Camat wanita yang dimaksud adalah Camat Tlanakan Susmiati SH MH. Camat wanita pertama di Bumi Gerbang Salam ini ternyata memiliki prestasi yang membanggakan. Setidaknya Kecamatan Tlanakan terakhir memiliki 6 prestasi puncak dari berbagai aspek penilaian di tingkat kabupaten dibandingkan dengan kecamatan lainnya.

Fattah Jasin mengungkapkan hal itu pada saat memberi sambutan dalam acara Safari Ramadan bersama Forkopimda Pamekasan, di Pendapa Kecamatan Tlanakan, Rabu (30/5/2018) kemarin.
“Ini perlu diperhatikan kita semua, ternyata Ibu Camat Tlanakan itu yang wanita memiliki banyak prestasi dibandingkan kecamatan kecamatan lainnya.

Ini seharusnya mendapat perhatian oleh daerah. Pak Sekda (Plt Sekretaris Daerah yang juga hadir dalam acara itu, red) ini perlu diperhatikan oleh kita ke depan,” katanya.

Dia mengatakan pemkab perlu melakukan pengkajian dan pendataan tentang berbagai hal terkait dengan indikator pembangunan. Perlu ditemukan indikatornya apa saja yang menyebabkan, misalnya sampai saat ini ada program yang belum tercapai. Perlu ada terobosan untuk menggerakkan roda ekonomi secara konsisten dan terencana.

Dilihat dari kacamata propinsi, Fattah Jasin yang kini juga masih menjabat sebagai salah satu Asisten di Pemerintah Propinsi (Pemrov) Jatim, mengatakan Pamekasan memiliki potensi yang bagus dan memiliki kontribusi besar terhadap Jatim dan Indonesia. Sementara Jatim memiliki potensi yang lebih bagus dibandingkan dengan propinsi lainnya termasuk DKI Jakarta.

“Garam secara nasional terbesar di Jatim dan di Jatim garam terbesar ada di Madura yakni Pamekasan, Sampang dan Sumenep. Termbakau juga secara nasional 60 persen dari Jatim dan 60 di Jatim itu berasal dari Pamekasan dan Sumenep,” tambahnya.

Untuk menggerakkan ekonomi, kata Jasin, tidak hanya bergantung pada APBD. APBD Pamekasan yang Rp 1,9 triliun dianggap tak cukup dan jauh dari harapan kalau hanya mengandalkan APBD dan PAD. Karena itu perlu alternatif atau terobosan dari daerah untuk cari dana dari luar APBD. Di antaranya adalah dengan membangun kemitraan dengan pihak lain.

“Kalau hanya APBD akan sulit, sudah waktunya menggerakkan ekonomi dengan menggandeng pihak lain sebagai patner dalam membangun dan menggerakan roda ekonomi. Misalnya rumah sakit bisa berpatner dengan pihak, sehingga memajukan dan memaksimalkan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Terkait Kecamatan Tlanakan, dia menilai memiliki potensi yang bagus. Sebagai pintu masuk ke Pamekasan dari arah selatan (Surabaya) Tlanakan memiliki potensi lautan yang bagus ditunjang kepemilikan syahbandar atau pelabuhan kelas nasional. (mas)