Kisah Heroik Arek Malang Selamatkan Warga AS dari Kebakaran Massal: Tukang Surat Cantik Itu Terima Penghargaan dari United State Postal Service

Sejumlah WNI di Amerika Serikat (AS) mendapat penghargaan dari pemerintah setempat karena kiprahnya di berbagai bidang pekerjaan. Salah satunya Yulia Giacalone yang baru saja menerima penghargaan dari United State Postal Service. Dia dipuji-puji karena berhasil mencegah kebakaran masal di daerah Norwood Amerika Serikat. Begini kisahnya.


LAPORAN GATOT SUSANTO

25 MEI 2018. Seorang perempuan bertubuh ramping dengan cekatan mengendarai kendaraan mail truck melintasi daerah Norwood Court. Seperti biasa dia menyapa dengan ramah sejumlah warga setiap kali memasukkan surat di mail box. Perempuan itu saban hari menangani pengiriman surat untuk 74 business dan 540 houses.
Setelah memasukkan surat pada salah satu cluster boxes—kotak surat dan barang kiriman lain untuk townhouse atau apartemen—, langkah perempuan itu seperti sedikit tertahan. Yulia yang asal Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, lalu berhenti sejenak. Dia ragu saat hendak melanjutkan pekerjaannya menuju rumah yang lain.

Sayup-sayup dia mendengar bunyi alarm dari arah salah satu rumah. Suaranya kecil nyaris tak terdengar. Padahal sore itu, sekitar pukul 3, suasana sepi. Satu dua orang berjalan bersama anjingnya. Cuaca cerah. Masih terasa panas menyengat. Angin berhembus cukup kencang.

Bergegas Yulia mencari sumber suara alarm itu. Betapa kaget dia ketika melongok ke dalam rumah salah satu “kliennya” itu. Asap sudah tebal di dalam sana dan keluar melalui jendela. Api pun mulai berkobar.
Perempuan ini pun panik. Dia langsung berteriak. Lalu mencoba menggedor pintu rumah-rumah di sebelahnya. Dia juga memecahkan kaca jendela hingga berhasil membuka pintu rumah yang dilalap si jago merah. Tapi usaha Yulia masuk ke dalam rumah itu terhalang asap yang sangat tebal. Dia pun meminta bantuan warga lain.

“Tolong….Kebakaran…!”

Wanita yang pernah kuliah di STIE Malangkucecwara ini berteriak sambil berlari ke sana kemari mencari pertolongan. Suasana yang semula sepi berubah heboh. Sejumlah warga berdatangan. Yulia lalu lari ke mail truck. Dia mengambil telepon menghubungi nomor 911.

“Semula saya pikir pemilik rumah lagi laundry sebab dryer kan kadang mengeluarkan asap. Tapi setelah saya selidiki lebih dekat ternyata asapnya nggak umum atau berlebihan kalau berasal dari mesin pengering. Kemudian saya merasa khawatir dan lari ke pintu dan menggedor keras-keras, saya sempat mengintip dari pintu kaca depan. Dan melihat api besar sekali di dalam rumah itu. Saya pun sadar kalau rumah itu sedang kebakaran. Saya langsung menggedor pintu keras-keras lagi untuk memastikan ada orang atau hewan yang terperangkap di dalam rumah atau tidak. Saya cemas sebab terdengar anjing menggonggong dari arah dalam rumah,” kata Yulia yang bekerja sebagai “Bu Pos” di kantor post di Medford New Jersey, kepada Global News, Rabu 20 Juni 2018. Profesi ini bila di Indonesia biasa dipanggil “Pak Pos” tapi Yulia menyebut pekerjaannya sebagai Tukang Surat.

Saat menelepon 911 Yulia memberi informasi detail soal kondisi di TKP. Mulai alamat rumah korban dan situasinya. “Saya juga bilang kepada mereka bahwa rumah itu adalah townhouses. Jadi rumah mereka bersambungan sehingga kalau tidak segera dipadamkan apinya pasti memakan banyak rumah lain. Rumah lain akan terbakar juga,” kata Yulia yang menikah dengan pria AS keturunan Filipina-Italia ini.

Polisi cepat merespon. Sekitar dua menit setelah Yulia menelepon, mereka langsung datang ke TKP. Tak lama kemudian pemadam kebakaran juga datang.

“Saat polisi datang pintu rumah sudah terbuka. Para polisi juga langsung berkeliling dengan saya dan sejumlah warga yang sudah datang serta membantu evakuasi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kira-kira 30 menit,” ujar alumni SMAN 1 Kapanjen ini.

Alhamdulillah, tak ada korban jiwa. Bahkan anjing yang sempat Yulia kira terjebak di dalam kobaran api ternyata milik tetangga yang gonggongannya terdengar dari rumah yang terbakar. Meski hampir semua bangunan rumah itu terbakar tapi Yulia bersyukur api tidak sampai merembet ke rumah lain. “Dan tidak ada korban jiwa. Anjing ternyata milik tetangga. Gonggongan terdengar dari dalam rumah yang terbakar karena hanya terpisah tembok,” katanya.

Polisi memuji Yulia bukan hanya karena sikap “hero”-nya menyelamatkan banyak rumah dan mungkin nyawa warga mengingat rumah rapat berdempetan dan angin cukup kencang, tapi juga sikap pedulinya kepada orang lain. Sikap peduli sesama itu layak mendapat apresiasi. Apalagi orang Amerika dikenal individualistis sehingga seringkali tidak peduli kepada tetangga.

“Saya bahagia bisa menolong orang. Apalagi di daerah yang menjadi wilayah pekerjaan saya. Selain itu saya juga akrab dengan orang-orang yang ada di rute kerja saya. Khususnya para orang tua yang tinggal sendirian,” katanya.
Yulia senang ketika melihat orang-orang mengucap rasa syukur karena rumah mereka terselamatkan. Bahkan pemilik rumah mengucapkan terima kasih berkali-kali karena api tidak menyebar dan menyebabkan rumah lain terbakar. “Polisi juga bilang kalau tindakan saya benar-benar baik dan cepat,” katanya tersenyum lega.

Mendapat Penghargaan

Setelah kejadian itu Yulia kembali ke kantor seperti biasanya. Dia juga tidak menceritakan apa yang baru saja terjadi kepada bosnya. Pimpinan kantor (post master) justru tahu setelah salah satu pelanggannya menelepon ke kantor. Sambil menangis customer itu menceritakan kronologi kejadian tersebut.

“Dia bersyukur sebab dia dan rumahnya selamat. Saat itu dia sedang tidur siang, rumahnya pas di sebelah rumah yang terbakar. Dempet. Dia tidak bisa membayangkan bila rumahnya juga ikut terbakar sementara dirinya tengah tidur siang,” katanya menirukan ucapan pelanggannya kepada sang post master.

Tak lama setelah itu pimpinan memberikan penghargaan kepada Yulia. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Kantor Pos Pusat Amerika Serikat atas dedikasi Yulia terhadap pekerjaan dan kemanusiaan.

“Saya sangat kaget pada saat pemimpin kantor pusat datang ke kantor saya dan memberikan penghargaan itu. Ini sungguh momen yang tidak akan pernah saya lupakan sebab sebagai orang Indonesia kerja saya mendapat apresiasi dari pejabat di negara ini. Saya bangga dengan pekerjaan saya ini,” kata Yulia yang merantau ke Amerika Serikat pada tahun 2000 ini.

Pujian juga datang dari sejumlah temannya. “Congrat Yuli, super mom, super women,” kata Eka Ulfa.
“Great wife, great mom, great daughter in law, great friend, great person…so proud of u Yulia, wonder women,” kata Lien Lee.

“I still can’t believe that story!! Crazy! You are a hero!” kata Leslee Michelle. (*)