Kadinkes Jatim Mengimbau Pemudik Menjaga Pola Makan

Kepala Dinkes Jatim Dr dr Kohar Hari Santoso mengimbau pemudik agar menjaga emosi.

SURABAYA (GN)-Libur Lebaran sudah di depan mata. Bagi yang bersiap melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman diimbau untuk mempersiapkan seluruhnya dengan matang.

Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jatim Dr dr Kohar Hari Santoso SpAn KIC KAP mengimbau kepada pemudik untuk tetap menjaga kesehatan supaya selamat dan tetap sehat di tempat tujuan. “Tetap jaga kesehatan, apalagi setelah sebulan berpuasa, terlebih lagi yang memiliki penyakit kronis,” ungkap Kohar Hari Santoso di kantor Dinkes Jatim, Jln A. Yani, Jumat (8/6/2018).

Kohar mengimbau kepada pemudik agar tidak memaksakan diri kalau sudah merasa lelah. “Datangi fasilitas kesehatan yang ada, gunakan untuk istirahat,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Plt Direktur RSU Haji Surabaya ini.

Dr Kohar mengingatkan untuk tetap menjaga pola makan. “Yang jelas pilih makanan yang halal, kondisi makanan yang bagus, tidak basi. Jangan lupa cuci tangan,” kata Kohar. “Makanlah makanan bergizi seimbang, sesuai dengan kebutuhan, jangan lupa minum air,” ungkap Kohar.

Mantan direktur RSUD dr Soedono Madiun ini juga mengimbau agar pemudik membawa bekal dan obat cukup. “Datangi pelayanan kesehatan, istrirahat setiap 4 jam agar mengemudi tetap konsentrasi,” ujar Kohar. Dan tidak kalah penting adalah tetap menjaga kestabilan emosi selama perjalanan.

Sekadar diketahui, Dinkes Provinsi Jatim menambah pos kesehatan dari 145 unit di tahun 2017 menjadi 243 pos kesehatan di tahun 2018 disepanjang jalur mudik Lebaran di Jatim. Selain itu disiagakan pula 159 rumah sakit ditambah 38 klinik. Tidak ketinggalan disiagakan juga 835 Puskesmas 835. Dengan begitu jumlah fasilitas kesehatan berbagai tingkat yang disiagakan Dinkes Jatim selama mudik Lebaran berjumlah 1275 unit.

Kohar mengimbau  masyarakat memanfaatkan call centre 119 untuk keadaaan darurat untuk berkoneksi dengan nasional service centre. Ambulans dan rumah sakit terdekat juga sudah disiapkan untuk mendukung kondisi emergency.

“Pos kesehatan yang disiagakan ini hanya untuk pelayanan faskes kelas pertama, kalau pasien perlu rujukan sudah disiagakan klinik sampai rumah sakit terdekat,” kata Kohar.

Dinkes Jatim dalam masa mudik kali ini juga fokus pada penekanan terjadinya kecelakaan lalu-lintas. “Di tahun 2017 ada 656 kejadian kecelakaan lalu-lintas, dengan korban meninggal dunia 38 jiwa, luka ringan 827 jiwa sedangakan yang menjalani rawat inap sebanyak 278 pasien,” lanjut Kohar.  Kecelakaan itu didominasi sepeda motor dan justru terjadi tidak di jalan bukan tol melainkan di jalan arteri.(faz)