Yayasan Cheng Hoo Didik Tunanetra Bisnis Reseller Online

Sebanyak 22 alumni YPAB dilatih bisnis Reseller Online.

SURABAYA (global-news.co.id) – Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) bekerjasama dengan sepatu merk Trekkers, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Surabaya dan Yayasan Pendidikan Anak-anak Buta (YPAB) mengadakan kegiatan “Sosialisasi Peluang Bisnis Reseller Online” kepada 22 alumni YPAB, Rabu (2/5/2018) di sekolah YPAB Jl Tegalsari 56, Surabaya. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para peserta. Ini dibuktikan banyaknya pertanyaan-pertanyaan terkait bisnis online dari sejumlah peserta.

“Saya rasa ini merupakan terobosan penting bagi tunanetra. Kalau sebelumnya, para tunanetra banyak melakukan kegiatan ‘bisnis’ di seputar pijat kebugaran, ke depannya sudah tidak lagi. Sekarang teknologi begitu majunya. Karena itu, para penyandang tunanetra harus dapat mengikuti perkembangan teknologi ini. Kita akan melatih bisnis pada para peserta, bahkan kami akan terus mendampingi sampai mereka benar-benar bisa dalam bisnis berbasis online ini,” kata H.A. Nurawi, Ketua Umum YHMCHI.

H.A. Nurawi yang juga pimpinan Trekkers mengatakan, ini merupakan peluang bagi alumni YPAB untuk serius memanfaatkan sosialisasi ini. Harus dimaksimalkan supaya benar-benar bermanfaat. Tidak hanya itu, para peserta sosialisasi ini akan mendapat pelajaran holistic yang dipimpinan Oleh Prof Tatang, sehingga tunanetra mendapat nilai tambah.

“Kami juga memberikan pelajaran teknik Ling Tien Kung, dengan harapan menjadi sehat semua,” katanya.

Disamping itu, sebagai bentuk perhatian perusahaan, Trekkers mulai ajaran tahun ini akan memberikan sepatu gratis kepada murid baru di YPAB setiap tahun ajaran baru. Ini merupakan bentuk kepedulian Trekkers kepada sesama. Khususnya kepada tunanetra.

“Sekali lagi saya mengucapkan selamat mengikuti sosialisasi ini, dengan harapan pada akhir para peserta mendapat ilmu yang bermanfaat,” katanya.

Mengomentari kerjasama ini, Yuni Mochny, Bendara YPAB mengatakan, banyak terima kasih yang tak terhingga atas pelaksanaan program ini. Semoga apa yang telah dikerjakan hari ini, khusus dalam pelatihan ini mendapat keberhasilan.

“Selamat mengikuti pelatihan, semoga berhasil dan membawa perubahan pada kehidupan ekonomi para peserta. Kami berharap peserta dapat mengikuti secara tuntas pelatihan ini. Terpenting pada akhirnya dapat mengaplikasikan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Zainul Muttaqin, salah satu guru YPAB dalam sambutannya mengatakan, pihak yayasan yang membawahi sakolah TK hingga SMA khusus tunanetra ini mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi tersebut. Reseller online merupakan alternatif dalam bisnis yang belakangan banyak diminati. Sosialisasi ini benar-benar bermanfaat bagi para peserta.

“Reseller online sangat strategis dan mudah dilaksanakan. Dari rumah bisa. Insyaallah ini cocok bagi penyandang tunanetra. Ini juga merupakan terobosan yang sangat positif. Saya berterima kasih kepada bapak H.A. Nurawi yang menyanggupi kelanjutan program ini sampai tuntas, sehingga para peserta bisa mandiri. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kepada penyelenggara acara ini. Semoga apa yang kita kerjakan ini mendapat ridho dari Allah,” kata Zainul.

Setelah sambutan seremonial selesai, Rio dan Andi memaparkan bagaimana seluk beluk melakukan bisnis reseller online. Bisnis berbasis internet ini sangatlah efisien, sehingga bisnis ini sangat bisa dilakukan para penyandang tunanetra. Sejumlah peserta silih berganti mengajukan pertanyaan seputar bisnis tersebut. Yang jelas, apa yang dipaparkan dalam sosialisasi tersebut memang merupakan bisnis praktis yang berkembang belakangan ini. (Erfandi Putra)