Tiga Siswa Pamekasan Jadi Duta Jatim Ke OSN di Padang

Dua siswa SMP Pamekasan, Ammardhika Dzaki Pratama dan Dina Avanza Mardiyana yang mewakili Jawa Timur ke Olimpiade Sain Nasional di Padang. Sumatra Barat.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Siswa asal Pamekasan kembali berhasil menjadi duta Jawa Timur dalam Olimpiade Sain Nasional (OSN) tingkat nasional tahun 2018. Kali ini ada tiga orang siswa yang akan bersaing pada OSN yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga Juli 2018 di Padang Sumatera Barat, yakni satu siswa peserta OSN tingkat SD dan dua orang peserta tingkat SMP.

Dua orang siswa yang mewakili tingkat SMP antara lain adalah Dina Avanza Mardiyana dari SMP Plus Nurul Hikmah dan Ammardhika Dzaki Pratama dari SMPN 1 Pamekasan. Keduanya sama sama mewakili untuk OSN mata pelajaran IPA. Sedangkan wakil dari tingkat SD atas nama Abiyu Lingga Rasendrya dari SD Plus Nurul Hikmah juga mewakili untuk mata pelajaran IPA.

Keberhasilan tiga orang siswa asal Pamekasan mendapat tiket mewakili Jatim ke OSN nasional diharapkan akan mengulangi sukses yang sering diraih tahun tahun sebelumnya oleh para siswa asal Pamekasan. Sekedar diketahui untuk event OSN ini siswa asal Pamekasan selama ini tercatat selalu menjadi langganan peraih medali.

Bukan hanya OSN tingkat nasional. Siswa asal Pamekasan sebelumnya juga banyak yang berhasil meraih juara atau medali di olimpiade sain tingkat internasional. Terkahir pada tahun 2017 lalu, siswa asal Pamekasan ada yang berhasil meraih Medali Perak OSN nasional tingat SMP untuk mata pejalajaran IPS atas nama Gamanda Abdul Latief.

Kadisdik Pamekasan Moh Tarsun.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pamekasan Drs Moh Tarsun MSi mengaku bertekad untuk membina mereka secara serius untuk menghadapai OSN nasional nanti. Dia mengaku telah menyiapkan pembinaan selama 350 jam bagi mereka. Harapannya dengan pembinaan yang lama itu akan bisa membuat mereka kuat untuk bersaing dan pulang membawa medali.

“Berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Kalau tahun sebelumnya pembinaan untuk ke tingkat nasioal ini menjadi kewenangan Disdik Propinsi, namun kini mulai tahun 2018 ini sudah menjadi kewajiban kami di daerah. Jadi kami yang mempersiapkan seluruhnya baik yang bersifat teknis maupun non teknisnya,” kata Tarsun.

Meski demikian, Tarsun memastikan, pembinaan akan tetap dijalankan dengan maksimal sehingga nanti akan bisa mempertahankan dan meriah medali bahkan medali tertinggi. Dia berharap kepada pihak sekolah dan para orang tua juga ikut untuk bersama sama mendukung kesuksesan anak anak mereka.

“Khusus orang tua dukungan dari pembinaan mental rohani dan doa semoga anak anak mereka bisa mendapatkan yang terbaik di OSN nasional tahun ini” pungkasnya. (mas/*)