Shalat Tarawih Perdana Ramadhan, Ribuan Jamaah Padati Masjid Cheng Hoo dan MAS

GN/Istimewa
Suasana shalat tarawih perdana di masjid Al Akbar Surabaya.

SURABAYA (global-news.co.id)-Hari pertama Tarawih di sejumlah masjid di Surabaya, dipenuhi ribuan jamaah. Di Masjid Cheng Hoo Surabaya dan Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) misalnya, sejak magrib tiba, ratusan jamaah sudah berjubel di pintu masuk masjid. Kendaraan roda dua dan roda empat merayap di pelantaran Masjid hingga membeludak di luar masjid.

Selain shalat tarawih, ratusan jamaah masjid juga terlihat khusyuk beriktikaf, beberapa di antaranya juga terlihat khusyuk membaca Alquran. Kekhusyukan umat muslim ini membuktikan aksi teror bom dalam beberapa hari terakhir tidak membuat goyah umat muslim untuk melaksanakan ibadah di bulan Ramadan. Bahkan, jumlah jamaah bahkan terlihat membludak seperti halnya tahun-tahun sebelumnya.

Suasana serupa juga terlihat di Masjid Al Akbar Surabaya. Ribuan jamaah dari berbagai daerah di Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya juga terlihat berduyun-duyun mendatangi masjid terbesar kedua di Indonesia ini.

“Insyaallah aman. Apalagi ini puasa. Kemarin pas ada banyak teror bom sempat ketakutan. Sampai gak keluar rumah. Tetapi sekarang tidak lagi. Sudah berani. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” kata Umi Anisah, warga Wonokromo yang datang ke Masjid Al Akbar bersama anak dan saudaranya.

GN/Istimewa
Ribuan jamaah juga memadati shalat tarawih perdana di Masjid Cheng Hoo, Jl. Gading, Surabaya, tadi malam.

Untuk menguatkan mental para jamaah tarawih, manajemen MAS melalui pengeras suara mengimbau kepada seluruh jamaah untuk tidak ragu dan takut datang ke masjid menjalankan ibadah. Sebab, manajemen MAS telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menciptakan suasana nyaman beribadah.

“Kami memgimbau jamaah tetap datang ke masjid dan khusyuk menjalankan salat tarawih. Kami telah berkoordinasi dengan aparat untuk melakukan upaya prefentif terhadap kemungkinan terjadinya gangguan keamanan,” katanya.

Manajemen MAS juga menyatakan prihatin dan bela sungkawa atas terjadinya teror bom hingga menewaskan sejumlah warga.

Imam sekaligus penceramah salat tarawih di MAS, KH Abdussomad Bukhori menyampaikan pesan bahwa teroris itu kesesatan. Islam, kata Abdussomad, tidak mengajarkan terorisme. “Terorisme bukan ajaran islam. Semua orang yang memahami islam pasti mengutuk tindakan terorisme. Sebab itu kejahatan kemanusiaan.  dan ini diharamkan dalam agama,” kata Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur tersebut.

Karena itu, lanjut Abdussomad, umat Islam harus bersatu memerangi terorisme. “Mari kita semua bersatu. Mari kita semua waspada. Kembali tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang provokatif,” katanya.

Tak hanya itu, Abdussomad juga mengajak umat Islam bersatu, mendukung program pemerintah. menghidupkan majelis-majelis taklim, menggalakkan sedekah dan membuka badan-badan zakat. “Ini penting, agar Islam kuat. Bangsa Indonesia juga kuat,” tandasnya. * ins, doi