Dubes AS: Masjid Cheng Hoo Contoh Toleransi yang Bagus

SURABAYA (global-news.co.id) – Masjid Cheng Hoo Surabaya merupakan potret keberhasilan toleransi yang perlu mendapat apresiasi dari kita semua. Terutama dalam melindungi kelompok-kelompok minoritas. Amerika Serikat sudah barang tentu menyambut positif atas peran ini.

“Amerika sangat menjunjung nilai-nilai toleransi. Karena itulah kami menyambut positif apa yang telah dikerjakan Masjid Cheng Hoo Surabaya. Saya mendengar, saat Ramadhan, masyarakat lintas agama bersama-sama memberikan bantuan kepada orang yang kurang beruntung di masjid ini,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. saat mengunjungi Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya, JL. Gading, Kota Surabaya, Rabu (9/5/2018).

Dubes AS yang didampingi Konjen AS di Surabaya Heather C. Variava tersebut diterima langsung oleh H. A. Nurawi (Ketua Umum Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia—YHMCHI)—yayasan yang membawahi masjid Cheng Hoo Surabaya, Herman Halim (Dewan Pembina YHMCHI) serta pengurus lainnya.

“Ini merupakan kunjungan ketiga saya di Surabaya semenjak saya menjabat sebagai Dubes AS untuk Indonesia,” kata Donovan Jr.

Dia merasa terhormat bisa berkunjung ke Masjid Cheng Hoo dan bertemu dengan pimpinan dan anggota YHMCHI.

“Sekali saya katakan, Masjid Cheng Hoo Surabaya, contoh luar biasa tentang toleransi, keberagaman dan rasa saling menghormati terutama kelompok minoritas. “Saya harap baik Amerika maupun Indonesia bisa meningkatkan pertukaran nilai-nilai toleransi beragama karena itu bermanfaat bagi dua negara,” katanya.

Sementara itu, H. A. Nurawi mengatakan, kerja sama yang dibangun Dubes AS selama ini, menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satunya pertukaran pelajar. “Pada November 2017, salah satu ustad kami diundang ke Amerika untuk belajar mengenai persepsi kebersamaan agama dan budaya selama tiga minggu lebih,” katanya.

Ini, kata Awi, merupakan salah satu upaya yang dibangun bersama antara Masjid Cheng Hoo Surabaya dengan Pemerintah AS untuk menyamakan persepsi keberagamaan agama dan budaya. “Budaya Islam, di setiap negara berbeda tapi intinya sama,” katanya.

Sebelumnya, Herman Halim menjelaskan kepada tamunya tersebut, perihal sejarah Masjid Cheng Hoo Surabaya. Terutama sejarah pembangunan yang dikerjakan gotong royong. Herman juga menjelaskan, toleransi dan kerbersamaan yang terus dibangun.

“Kunjungan ini merupakan kehormatan tersendiri bagi YHMCHI. Yang jelas, kami sudah berdialog saling memberikan informasi dan lainnya. Ini kunjungan yang penuh makna,” kata Herman yang mantan Ketua Umum YHMCHI sebelumnya. (Erfandi Putra)