Akses Pendidikan Mulai Merata, Peningkatan Mutu Guru Terus Dipacu

GN/Masdawi Dahlan
Pelaksana harian (Plh) Bupati Pamekasan Drs Mohammad Alwi MSi menyerahkan hadiah pada siswa berprestasi dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Rabu (2/5/2018).

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Akses pendidikan bagi anak usia sekolah di Pamekasan sudah merata. Ketimpangan antara kawasan utara dan selatan yang selama ini menonjol, kini mulai berkurang dan terjadi pemerataan secara bertahap. Dengan ini diharapkan hasil pendidikan bisa berhasil secara merata pula.

Hal itu disampaikan Drs Moh Tarsun, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan usai upacara hardiknas di halaman depan Pendopo Ronggosukowati, Rabu kemarin. Upacara hardiknas kali ini dipimpin Plh Bupati Pamekasan Drs Mohammad Alwi MSi selaku inspektur upacara. Juga dihadiri Forpimda, Pinpinan SKPD, juga hadir mantan bupati dan wakil Bupati Pamekasan.

Selain telah terjadi pemerataan akses pendidikan, kata Tarsun, peningkatan mutu guru terus dipacu untuk meningkatkan prestasi anak didik. Prestasi anak didik di Pamekasan tidak hanya mengutamakan aspek kecerdasan intelektual saja, namun juga kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

“Dari aspek pemerataan dan akses telah kita capai alhamdulillah. Termasuk masalah peningkatan mutu guru kita terus berproses untuk memacunya. Karena soal mutu dan kualitas  guru menjadi penting untuk tercapainya hasil kualitas penididikan yang kita inginkan bersama,” terang Tarsun.

Terkait dengan upaya peningkatan kompetensi guru, lanjut Tarsun, kini ada beberapa langkah serius yang dilakukan Disdik Pamekasan, pertama mengembalikan kewibawaan guru. Ini dilakukan dalam rangka membangun komunikasi yang bagus antara guru dan siswa.  Karena banyak kasus yang terjadi yang mengindikasikan turunnya wibawa guru.

“Kita tidak akan salahkan guru atau siswa, namun yang jelas perlu kewibawaan itu ditingkatkan. Di antaranya adalah dengan meningkatkan kualitas dan kompetensi guru melalui berbagai  langkah antara lain melalui kegiatan workshop dan lain sebagainya,” katanya.

Langkah berikutnya, lanjut Tarsun, adalah dengan menanamkan tentang perlunya keikhlasan bagi guru dalam melaksanakan tugas. Dengan cara juga menunjukkan kepada siswa bahwa guru adalah teladan bagi siswa. Keikhlasan dan pemberian keteladanan akan menjadikan siswa menilai guru sebagai sosok yang disegani dan diikuti.

“Insya Allah dengan langkah itu, maka guru akan bener benar  dihormati, disegani dan dipatuhi oleh siswa. Saya ingin guru memilik wibawa serperti guru tahun 60 hingga 70 dulu. Saat itu, guru benar benar berwibawa dan ditaati disegani oleh siswa. Dan pada yang bersamaan prestasi anak juga menjadi baik,” urainya.

Upacara hardiknas diakhiri dengan pemberian penghargaan  kepada para siswa yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Termasuk juga pemberian penghargaan kepada para guru yang beprestasi.(mas)