3 Bulan Magang di Polsek, Mahasiswa Ubhara Diwajibkan Tulis Laporan   

GN/F. Al Aziz
Dekan FISIP Ubhara, Ismail saat memberikan pengantar sebelum presentasi dilakukan mahasiswa di Polsek Wonokromo.

SURABAYA (GN)-Presentasi hasil penelitian di kampus sudah biasa dilakukan. Tapi presentasi hasil penelitian di kantor polsek mungkin baru pertama kali ini.

Senin (28/5/2018) sore itu, di lantai dua Polsek Wonokromo, sudah berkumpul beberapa mahasiswa dan staf pengajar dari Universitas Bhayangkara. Tampak beberapa anggota polisi juga ikut serta. Mereka tampak menyimak presentasi hasil penelitian Fitri Ambarwati, salah satu mahasiswa yang sudah magang selama tiga bulan di Polsek Wonokromo.

Hasil magang Fitri pun dipresentasikan di hadapan dekan, wakil dekan, ketua lembaga penelitian, para mahasiswa magang lain dan bahkan kepala unit polsek setempat yang ikut hadir. Lantai dua Polsek Wonokromo pun berubah seolah menjadi ruang diskusi hasil penelitian para mahasiswa magang. Mereka yang  hadir pun diminta ikut memberikan beragam masukan kepada hasil penelitian yang dipresentasikan.

Ya, begitulah suasana klinik jurnal pemberdayaan masyarakat yang digelar Fisip Ubhara Surabaya. Bukannya di kampus, namun di Polsek Wonokromo yang menjadi salah satu dari lima polsek tempat magang.

Penelitian Fitri yang dipilih untuk dipesentasikan mengambil judul “Kajian Administrasi Perencanaan Transportasi Perkotaan Berbasis Sinergi Pemkot Surabaya, Babinkamtibmas, dan Perguruan Tinggi: Studi Kasus Kota Surabaya”.

Sebagaimana Fitri, 11 mahasiswa lain yang juga magang di polsek yang sama juga diwajibkan membuat tulisan yang merupakan hasil penelitian mereka selama magang di polsek.

Sesuai dengan tujuan program yang baru pertama kalinya dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan, setiap mahasiswa diharapkan bisa langsung belajar terjun ke masyarakat. Mahasiswa yang magang di polsek pun ditempatkan di beberapa unit keja seperti Reskrim, bagian pelayanan pembuatan SKCK dan sebagainya secara bergiliran.

Ismail, Dekan Fisip Ubhara, mengungkapkan  harapannya kepada mahasiswa mampu menghasilkan penelitian dari selama mereka terjun ke polsek. “Harapan saya apa yang ditemukan mahasiswa di lapangan, bisa bemanfaat bagi masyarakat dan tentunya bagi mahasiswa,” ujar Ismail usai acara. “Paling tidak separuh penelitian bisa diterima oleh Dikti,” harap Ismail.

Sementara itu, Fitri sendiri mengakui program pemberdayaan masyarakat yang baru dilaksanakan tahun ini memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi rekan rekan dan dirinya. “Bagi saya program ini menambah pengalaman, “ ujar Fitri. Pengalaman yang dimaksud Fitri saat ia mengikuti patroli Babinkamtibmas. “Saya jadi tahu secara langsung bagaimana petugas Babinkamtibmas memberikan pembinaan kepada masyarakat,” ujar Fitri.

Sekadar diketahui, program pemberdayaan masyarakat yang digelar Fisip Ubhara memang menggandeng sejumlah pihak, salah satunya Polrestabes Surabaya.

Dalam peresmian beberapa waktu lalu, magang mahasiswa di polsek dengan tajuk pembedayaan masyarakat, salah satunya dimaksudkan untuk merumuskan persoalan untuk membantu persoalan di masyarakat. Mereka ditempatkan di sejumlah polsek di Surabaya.

Program klinik jurnal pembedayaan yang digelar kemarin juga bakal dilaksanakan di lima polsek lain.(faz)