RSU Haji Teken Kontrak Pelayanan dengan Pelanggan

Direktur RSU Haji, dr Adi Wirachjanto Mkes (tengah) berjabat tangan dengan Drs Sawiji Wijiyanto yang mewakili pelanggan usai penandatanganan citizen’s charter disaksikan Wadir RSU Haji Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan dr Endang Prabawati MKes. GN/Retno Asri

SURABAYA (global-news.co.id)– Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, RSU Haji  menandatangani piagam kontrak pelayanan dengan pelanggan (citizen’s charter). Adanya kontrak itu diharapkan ada kejelasan standar pelayanan dari pihak rumah sakit kepada masyarakat sesuai yang telah disepakati bersama.

“Dengan adanya kontrak pelayanan ini, kami ingin menekankan aspek pelayanan publik yang profesional, transparan, berkepastian, ramah dan berkeadilan dengan menghargai hak dan kewajiban pengguna maupun penyedia layanan,” ujar Direktur RSU Haji dr Adi Wirachjanto MKes usai mengikuti acara Jumpa Pelanggan RSU Haji dan Penandatanganan Piagam Kontrak Pelayanan (Citizen’s Charter) antara RSU Haji dengan Pelanggan tahun 2018, Rabu (25/4).

Penandatanganan piagam itu antara Direktur RSU Haji dengan Drs Sawidji Widjijanto yang mewakili pelanggan ini digelar juga dalam rangkaian Milad ke-25 RSU Haji.

Dalam jumpa pelanggan kemarin, Wadir RSU Haji Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr Endang Prabawati Mkes, tak hanya menampilkan kilas balik, tapi juga menjabarkan penambahan layanan-layanan terbaru dari rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut. Di antaranya penambahan jam buka pendaftaran dan pelayanan pada 4 poli yang banyak pengunjungnya, yaitu poli paru, jantung, saraf, dan penyakit dalam. “Untuk menghindari penumpukan, sekarang di 4 poli itu ada layanan sesi pagi dan sore hari. Jadi kalau yang pagi nggak bisa, karena harus bekerja bisa mendaftar yang sore. Selain itu pendaftaran pasien kini juga sudah bisa dilakukan secara online,” terangnya.

Selain itu, Endang juga menjelaskan rencana penambahan fasilitas layanan RSU Haji.  “Kami akan terus melakukan pengembangan pelayanan dan peningkatan aksesbilitas pasien,” katanya.

Pada kesempatan jumpa pelanggan, pihak RSU Haji kembali menggali masukan-masukan dari pelanggannya. Salah satunya yang disampaikan Widji Suroto, asal Surabaya. Pria paro baya yang awalnya berobat di rumah sakit lain kemudian dirujuk ke RSU Haji ini mengeluhkan lamanya antrean di depo apotik. Untuk menebus obat, rata-rata butuh waktu 2-3 jam per pasien. “Bahkan saya pernah datang pagi, baru dapat obat jam 6 petang. Lha pasien seperti saya sudah tua, nunggu lama capek, kadang ketiduran di ruang tunggu. Jadi saat dipanggil tidak dengar, antrenya makin lama. Tapi untuk pelayanan dokter dan perawat, tak acungi jempol,” ujarnya.

Dia juga mengeluhkan keberadaan dokter di poli jantung. “Polinya ada dua tapi dokternya satu, sehingga pasien menumpuk,” lanjut Widji.

Sementara Moh Sulkan mengeluhkan masalah kursi roda dan lift. Selain itu ada beberapa masukan lainnya yang diharapkan bisa jadi bahan evaluasi pihak rumah sakit.

Menanggapi itu, dr Adi yang ditemui usai acara mengatakan, beberapa yang diharapkan para pasien adalah penambahan jam pendaftaran, kemudahan pendaftaran, penambahan kapasitas ruangan. Juga percepatan dalam pelayanan di depo apotik.

Di depo apotik saat ini ada 2 loket yang melayani kebutuhan obat para pasien. Jumlah ini dinilai tak sebanding dalam melayani banyaknya pasien sehingga memicu antrean. Untuk mengatasi antrean ini, dr Adi, sempat berpikir untuk mengadopsi pelayanan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Misalnya bekerjasama dengan perusahaan aplikasi transportasi online dalam mengantar obat ke rumah pasien. “Atau bisa juga kami punya SDM tersendiri untuk bagian antar obat, tentunya harga diantar beda dengan harga saat antre di apotik. Wacana-wacana ini masih akan kami diskusikan agar segera ada solusi,” katanya.

Tentang poli jantung, diakui ada keterbatasan SDM. Untuk memudahkan pasien, pihak rumah sakit sudah melakukan upaya dengan menambah jam buka loket pendaftaran pada 4 poli.ret