Mohammad Kosim Dilantik Jadi Rektor IAIN Madura

Moh. Kosim diberi ucapan selamat Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. GN/Istimewa

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan kini resmi telah berubah status menjadi IAIN Madura. Perubahan ini tertuang dalam Perpres Nomor 28 Tahun 2018 tanggal 7 April 2018.

Jumat (20/4/18), Dr Mohammad Kosim MAg Ketua STAIN Pamekasan, telah dilantik menjadi Rektor IAIN Madura periode 2018-2022 oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin.

Pelantikan dilakukan di Lantai II Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Jakarta, Jumat (20/4/18). Pelantikan dilakukan bersamaan dengan 8 rektor IAIN lainnya se Indonesia serta satu Rektor Institut Hindu Darma Negeri (IHDN).

Delapan rektor yang dilantik tersebut antara lain Rektor IAIN Madura, IAIN Kudus Kediri, IAIN Papua, IAIN Curug, IAIN Bangka Belitung, IAIN Bone dan IAIN Pare-Pare. Sementara satu Rektor IHDN yang dilantik adalah Rektor IHBD Palangkaraya Kalimantan.

“Dengan dilantiknya menjadi rektor ini maka tentu saya bersyukur kepada Allah karena perjalanan panjang dalam mengubah status dari STAIN menjadi IAIN telah resmi dengan diundangkannya Perpres Nomor 28 Tahun 2018 tanggal 7 April 2018. Dengan Perpres itu Kementrian Agama RI melantik saya sebagai Rektor IAIN Madura,” kata Mohammad Kosim, Jumat (20/4/18) siang.

Kosim memohon dukungan doa serta kritikan dari semua pihak agar bisa melaksanakan tugas meminpin lembaganya dengan baik. Perubahan status dari STAIN ke IAIN adalah tugas berat yang membutuhkan keseriusan.

“Wadahnya sudah melampaui besar. Kalau masih STAIN wadahnya kan lebih kecil. Kalau IAIN wadahnya sudah besar karena harus ada wakil rektor, dekan dan lainnya. Karena itu kami butuh kritikan dan dukungan dari banyak pihak,” harapnya.

Yang terpenting lagi, lanjut Kosim, ia berharap kehadiran IAIN Madura ini menjadi kebanggaan bagi warga Madura, karena prestasi dan mutunya. Karena itu dia mengajak kepada seluruh warga kampus IAIN Madura untuk bersama sama berjuang membangun IAIN Madura dengan serius.

IAIN Madura, kata Kosim, memiliki motto sebagai kampus religius, kompeten dan kompetitif. Religius artinya civitas akademika harus mewarnai kehidupan kampusnya dengan perilaku dan perjuangan yang religius. Kompeten maksudnya IAIN Madura diperjuangkan menjadi kampus yang bisa mendidik mahasiswa dan menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya.

“Sedangkan komptetitif maksudnya adalah bahwa IAIN Madura kami akan perjuangakan dengan serius sehingga menjadi kampus yang mampu bersaing dengan kampus-kampus lain di Indonesia, bahkan hingga juga bisa bersaing dengan kampus di luar negeri,” jelasnya.

Pasca pelantikan dirinya menjadi rektor, Kosim mengaku memiliki tugas mendesak yang sangat strategis bagi perjalanan IAIN Madura ke depan, yakni menyiapkan organisasi tata kerja dan statuta bersama Kementrian Agama pusat, sebagai dasar untuk menyusun struktur organisasi dan pedoman operasional penyelengaraan IAIN. (mas/*)