Lima Inovasi Publik Pamekasan Menuju ‘Top 99’ 2018

Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asy’ari

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Lima program inovasi publik Pemkab Pamekasan berhasil lolos seleksi babak pertama dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar oleh Kementrian PAN-RB. Lima program unggulan Organisasi Perangkat Daerah Pemkab Pamekasan itu kini dalam proses penilaian tahap kedua untuk masuk ke babak ‘Top 99’.

Lima program itu atara lain adalah program Merubah Pekerja Menjadi Juragan (Pejagan) dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Tangkas Nyawa Magis (Tangkas Brantas Penyakit Hewan Menular Strategis) Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan, Gempur Berdaya Mandiri dari Kecamatan Tlanakan, Kampung Asi Eksklusif (Kapas) Dinas Kesehatan dan Kembang Desa (Kepala Desa Membangun Desa Untuk Indonesia) Desa Waru Barat Kecamatan Waru.

Kepala Bagian Organisasi Setdakab Pamekasan Hairul Hidayat mengatakan proposal program inovatif yang masuk ke Kementrian PAN-RB mencapai 2800 proposal. Pamekasan mengirimkan lima program pada akhir Maret lalu. Ternyata semuanya berhasil lolos dalam seleksi tahap pertama atau Desk Evaluation.

“Kini kami menunggu hasil seleksi selanjutnya. Semua proposal program inovasi layanan publik yang lolos pada tahap seleksi pertama itu akan disaring lagi guna diambil sebanyak 99 proposal terbaik. Karena itu makanya namanya lalu lebih akrab disebut dengan ‘Top 99’ atau 99 terbaik tingkat nasional,“ kata Hairul Hidayat, Senin (16/4/18) kemarin.

Keterlibatan Pemkab Pamekasan mengikuti program inovasi layanan publik, kata Hidayat, bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan, namun didasari oleh tujuan ingin memaksimalkan pelayanan pada masyarakat. Karena itu, dalam pelaksanannya, maka penilaian Sinovik itu difasilitasi atau diperkuat dengan edaran dari Kementrian PAN-RB.

Sejak adanya Permen PAN-RB itulah, lanjut Hidayat, maka Pemkab Pamekasan tepatnya mulai tahun 2015 lalu, mewajibkan agar semua OPD Pemkab Pamekasan minimal membuat satu program inovasi atau program unggulan. Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari bahkan mewanti wanti agar program inovasi itu dibuat serius sebagai kado dirinya memasuki purna tugas.

Semua OPD menjalankan perintah itu dan ternyata membuahkan hasil yang membanggakan. Pada tahun 2016 dan tahun 2017 secara berturut-turut program inovasi layanan publik milik Pemkab Pamekasan berhasil masuk dan meraih penghargaan terbaik nasional, karena berhasil masuk atau menjadi ‘Top 40’ tingkat nasional. Program tersebut merupakan Inovasi Layanan Publik milik Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan, yakni Program ‘Satu Saka’ pada tahun 2016 dan program ‘Sigap Sratus’ pada tahun 2017. (mas/*)