Lampaui Target, Pendapatan Parkir Berlangganan Capai Lebih Rp 2,8 M

Jukir melayani pemilik kendaraan di depan pertokoan Jalan Trunojoyo, Kota Pamekasan. (GN/Masdawi Dahlan)

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Program parkir berlangganan Pemkab Pamekasan terus membanggakan. Dari tahun ke tahun, pendapatan dari sektor ini selalu bertambah melebihi target. Pada tahun anggaran 2017, dipatok target Rp 2,6 miliar, dan terealisir lebih banyak mencapai Rp 2,8 miliar lebih.

“Alhamdulillah kalau dari pendapatan terus bertambah tiap tahun. Bahkan realisasi tiap tahun melebihi target yang ditetapkan. Semoga terus begitu termasuk target tahun 2018 ini. Kita berharap program ini selain menaikkan pendapatan daerah juga memuaskan pelanggan,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan Ajib Abdullah, Rabu (11/4/2018).

Kini dishub, kata Ajib, berupaya terus meningkatkan pelayanan terkait dengan kedisiplinan para jukir. Saat ini, jukir yang dimiliki dishub setempat sebanyak 132 orang. Mereka tersebar di 61 titik. Begitu seriusnya soal profesionalitas kerja, banyak jukir yang terpaksa harus diberhentikan karena tidak disiplin.

“Tiap bulan kami lakukan pembinaan bagi mereka agar bekerja dengan baik. Selain ada pemantau khusus tiap hari yang bisa untuk mengontrol mereka agar bisa bekerja dengan baik di lapangan. Sehingga pelanggan nyaman mendapat pelayanan mereka,” jelas Ajib.

Parkir berlangganan mulai diberlakukan di Pamekasan sejak 2012 . Program ini dilatarbelakangi pemasukan dari parkir sebelumnya yang kurang dari Rp 100 juta dalam setahun. Padahal sektor ini memiliki potensi yang besar. Akhirnya setelah melalui studi banding ke daerah lain di Jatim, pada tahun 2012, Pamekasan juga memberlakukan parkir berlangganan.

Tarif langganan sangat murah. Untuk kendaraan bermotor roda 2 dikenakan Rp 15 ribu setahun. Roda 4 dikenakan Rp 25 ribu dan roda 6 sebesar Rp 30 ribu. Pembayaran dilakukan saat pelanggan membayar pajak atau surat surat kendaraannya di kantor Samsat Pamekasan. Pelanggan diberi striker yang ditempelkan di kendaraannya.

“Bagi pelanggan tarif parkir berlangganan ini sangat murah. Bagi daerah pendapatan dari sektor ini terus bertambah. Selain itu dari program ini selama enam tahun kami bisa merekrut tenaga kerja untuk menjadi jukir. Alhamdulillah manfaatnya sangat terasa sekali oleh banyak pihak,” jelasnya.

Apakah tak ada komplain? Ajib mengaku komplain tetap ada seperti laporan dari pelanggan tentang adanya jukir yang dinilai kurang profesional. Atas kondisi itu, dishub setempat menindak lanjuti dengan melakukan pembinaan. Jika ada jukir yang bandel dalam pembinaan dengan terpaksa diberhentikan.

Bersamaan dengan parkir berlangganan Pemkab Pamekasan juga memberlakukan parkie khusus yakni parkir yang diberlakukan di berbagai titik antara lain di pasar, di RSUD dan terminal daerah. Tahun 2017, pendapatan dari parkir khusus ini saja mencapai Rp 1,2 miliar. (mas/*)