Ibrahim Hasyim Gelar Training SDM Berkompetensi di Aceh

BANDA ACEH (global-news.co.id) – Aceh perlu lebih cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang bersertifikat kompetensi. Hal ini merupakan prasyarat untuk bisa masuk ke dunia industri.

Beroperasinya perusahaan migas Medco di Aceh Timur dan sedang dibangunnya kawasan ekonomi khusus (KEK) di Lhokseumawe serta akan tumbuhnya industri pendukung di masa mendatang, sudah barang tentu akan memerlukan tersedianya SDM berkompetensi dalam jumlah yang cukup. Ini penting sekali agar tenaga lokal dapat terserap di dunia industri yang beroperasi di sana dan malahan dapat juga bekerja di luar Aceh dan luar negeri.

Akan tetapi ada kendala keterbatasan kemampuan finansial di sebagian masyarakat untuk dapat mengikuti training dalam rangka proses mendapatkan sertifikasi kompetensi tersebut. Karena itu bakal calon legislatif dari Partai NasDem, yang juga pakar energi dan pengembangan SDM, Ibrahim Hasyim, tergerak turun tangan ikut mencari solusi atas kendala tersebut.

“Inilah yang menggerakkan hati saya untuk menggalang donasi untuk pemberian subsidi dalam rangka meringankan beban biaya anak anak muda pencari kerja. Saya kira upaya ini baik, karena kita memberi pancing, bukan memberi ikan. Sumbangan itu sifatnya produktif, bukan konsumtif.
Alhamdulillah, kali ini saya beserta 3 orang peduli lain, T. Khaidir dari Aceh serta Edi Prasadja dan Gunawan dari Surabaya, merasa sangat berbahagia dapat membantu keringanan para peserta in house training bagian K3 Migas, inspector pesawat angkat & Quality Control Scafolding, disertifikasi oleh LSP Migas kerjasama dengan Aktualita Idi Aceh Timur,” kata Ibrahim Hasyim Sabtu 14 April 2018.

Training dan pengujian sertifikasi itu diselenggarakan di Idi Rayeuk pada tanggal 10 -13 April 2018. Samsul Anwar pimpinan Aktualita dan peserta training merasa sangat berterima kasih atas bantuan donatur, sehingga mereka dapat mengikuti proses pengujian kompetensi itu sampai selesai.

Menurut mereka, masih banyak kawan lain yang belum mendapatkan kesempatan seperti mereka. Hal ini membuat Ibrahim mengajak sejumlah pihak untuk turut membantu.

“Karena itu saya menantang mereka yang akan segera dapat pekerjaaan untuk nantinya dapat menyisihkan sedikit gajinya, membantu kawan kawan lain, sehingga nantinya donasi itu bisa dikelola sebagai dana bergilir bagi keperluan training kompetensi di Idi Rayeuk Aceh Timur kedepan,” kata Ibrahim Hasyim. (fan)