‘Geli Mata Sehat’ Selamatkan Tanaman Padi Pamekasan 

 

GN/Istimewa
Petugas siap siap menyemprot untuk basmi penyakit padi.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pemkab Pamekasan memiliki program ampuh menyelamatkan tanaman padi dari serangan penyakit. Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pamekasan memiliki program yang disingkat ‘Geli Mata Sehat’ atau Gerakan Peduli Manajemen Tanaman Sehat.

‘Geli Mata Sehat’ ini merupakan program penanganan penyakit tanaman padi dengan cepat yang melibatkan pihak petani bersama petugas terkait. Program ini dijalankan sejak tahun 2018 ini dan telah  membuahkan hasil yang bagus. Kini program ini diikutkan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) yang digelar oleh Kementrian PAN-RB.

Program terkait dengan lambannya penanganan penyakit padi selama ini, yang mengakibatkan para petani rugi karena tanaman mereka tidak tertangani dengan baik. Selama ini penanganan penyakit padi masyarakat pasif dan hanya menunggu jika ada aparat pertanian datang memantau.

“Kalau ada petugas memantau baru lapor, sehingga penanganan kurang maksimal. Akibatnya penyakit tidak maksimal disembuhkan dan tanaman padi banyak yang gagal atau paling tidak produksinya sangat mengurang dari harapan para petani, “ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pamekasan, Ice Windarti.

GN/Istimewa
Petugas saat deteksi penyakit padi.

Karena itu, kata Ice Windarti, sejak tahun 2018 ini, masyarakat  yang aktif melaporkan gangguan penyakit yang menyerang tanaman padinya. Lalu petugas dari dinas mendatangi dan mendeteksi jenis penyakitnya lalu dilakukan tindakan pembasmian. Masyarakat antusias, para petani dari wilayah sentra pertanian padi di keacamatan melaporkan penyakit yang menyerang tanaman padinya.

“Dalam program ini kami membuka layanan komunikasi atau pengaduan dari masyarakat petani melalui Klinik Konsultasi Agri Bisnis (KKA). Petugas di KKA ini yang menerima pengaduan masyarakat untuk kemudian ditindaklanjuti pemantauan lapangan. Setelah terdeteksi jenis penyakitnya lalu dilakukan langkah pembasmian misalnya dengan penyemprotan,” jelasnya.

Jenis penyakit yang biasa ditemukan menyerang tanaman padi di Pamekasan selama ini, kata Ice Windarti, adalah penyakit ‘Blast’ yang disebabkan oleh jamur Pyricularia Orizae. Yang  kedua disebabkan oleh bakteri seperti Santomunas Orize yang disebabkan oleh hama penggerak batang atau tikus.

Luas lahan padi di Pamekasan sekitar 31.000 hektare. Tiap hektare lahan akan menghasilkan sekitar 6 ton gabah kering giling. Di Pamekasan ada dua jenis lahan yakni lahan tadah hujan dan lahan irigasi. Lahan irigasi bisa panen dua hingga tiga kali setahun, sedangkan tadah hujan hanya satu kali. Jika aman produksi padi dalam setahun mencapai serkitar 190 ribu ton. Jumlah ini melebihi kebutuhan beras warga Pamekasan dalam setahun. (mas/*)