Efek Kesehatan di Balik Nikmat Durian

Ilustrasi

Banyak yang menyebut durian berbahaya bagi kesehatan. Benarkah demikian? Benarkah makan durian terlalu banyak bisa bikin mabuk? Dan benarkah memakan durian dan beberapa minuman seperti susu, kopi dan minuman bersoda secara bersamaan bisa menganggu kesehatan?

Bagi yang suka durian, aroma buahnya sangat menggoda, rasa manis dan tekstur daging buahnya yang lembut terasa. Namun, bagi yang tidak suka,  mengatakan sebaliknya. Durian memang selalu menuai perdebatan opini masyarakat. Termasuk dalam hal kesehatan.

Beberapa tahun terakhir, ada sebuah isu yang menyebutkan bahwa menenggak soda setelah makan durian bisa menyebabkan kematian. Dan, isu teranyar terjadi di Malaysia. Beberapa orang dilarikan ke rumah sakit setelah meminum kopi durian. Dengan adanya kasus tersebut tentu membuat publik bertanya-tanya akan fakta yang sebenarnya tentang durian.

Dr Inge Permadhi SpGK, ahli gizi, menjelaskan, mengkonsumsi minuman tertentu seperti kopi atau soda setelah atau saat makan durian sebenarnya tidaklah berbahaya. “Durian dan kopi, dua buah objek makanan yang berbeda. Tak ada hubungannya dengan keracunan dan sebagainya,” ujar Dr Inge seperti dikutip kumparan.com. “Keracunan mungkin bisa terjadi apabila orang yang meminumnya memiliki riwayat penyakit tertentu,” tambah Dr Inge.

“Kalau orang yang meminumnya dalam kondisi sehat maka tidak berbahaya. Yang membahayakan itu justru jika makan durian terlalu banyak, apalagi dengan kondisi buah yang sudah ‘mengarak’,” tambahnya.

Lebih lanjut, dokter yang berpraktik di RS Siloam ini juga mengungkapkan durian yang telah mengarak atau terlalu matang mengandung alkohol. Dan, jika terus dikonsumsi akan memicu beragam penyakit, mulai dari mual, obesitas, kelelahan pankreas, hingga diabetes melitus. “Kandungan gula yang terdapat pada durian terlalu matang akan membuat kerja pankreas semakin keras untuk menghasilkan insulin. Jika dibiarkan, hal ini dapat memicu kerusakan sel-sel pada pankreas yang berujung pada obesitas,” jelasnya.

Dalam kasus minum kopi setelah makan durian, Dr Inge menyebutkan bahwa tidak ada korelasi antara kopi dengan durian. “Mungkin orang itu sebelumnya sudah punya riwayat kesehatan yang buruk,” kata Dr Inge.

Selain kopi, ada juga yang menyebutkan kalau minum susu setelah makan durian  juga mengancam jiwa. Di Thailand, dilaporkan seorang pria meninggal setelah meminum susu bersamaan dengan makan durian. Pria itu dikatakan terlalu banyak makan durian, kemudian memuaskannya dengan meminum segelas susu.

Sejumlah ahli menyebutkan durian memang bisa jadi mematikan jika ditemani dengan susu, minuman bersoda, dan juga anggur. Bahkan disebut sebut juga kopi.  Lantas, apakah anggapan itu benar?

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh John Maninang dan rekannya Hiroshi Gemma dari Universitas Tsukuba, di Jepang, kandungan sulfur yang tinggi dalam durian sebenarnya dapat mematikan aktivitas aldehida dehidrogenase, enzim yang membersihkan racun dalam tubuh sebesar 70 persen.

Oleh karena itu, jika durian dikonsumsi dalam jumlah berlebihan lalu ditambah segelas susu, hal itu bisa membuat tubuh kehilangan fungsi untuk menghancurkan racun.

Selain itu, mengutip Wikipedia, meminum minuman bersoda dan kopi setelah makan durian juga sangat berbahaya. Sebab kopi dan soda mengandung kafein yang bisa berbahaya jika dicampurkan kandungan sulfur dalam durian. Walaupun begitu, tapi banyak orang yang mengatakan tidak terjadi apa-apa pada mereka meski minum susu, kopi atau soda setelah makan durian. Tapi alangkah baiknya, Anda hanya minum segelas air putih saja jika sudah makan durian.

Tak Mengandung Alkohol

Ada anggapan mabuk durian karena katanya durian mengandung alkohol. Anggapan ini salah. Buah durian tidak mengandung alkohol, sehingga tentu tidak akan bikin kita benar-benar mabuk layaknya mabuk minuman keras.

Tapi akan lain ceritanya jika kita makan buah durian sambil menenggak minuman keras. Selain bikin mabuk (dari miras yang diminum), makan durian sambil minum minuman keras nyatanya bisa menyebabkan kram perut ringan sampai parah — keparahannya akan tergantung pada berapa banyak durian dan alkohol yang dikonsumsi.

Kombinasi keduanya bahkan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa kasus. Ini karena durian mengandung senyawa sulfur yang disebut dietil disulfida yang dapat menghambat kerja enzim aldehyde dehydrogenase (ALDH) dalam hati yang berfungsi untuk memecah alkohol.

Ditambah lagi, durian sudah tinggi kalori, jadi menambahkan alkohol akan membuat sulit bagi perut dan hati untuk mencerna makanan. Hal ini dapat menyebabkan gejala hangover yang berlebihan. Kadar alkohol dalam darah yang gagal dipecah oleh tubuh karena dihambat oleh durian akan berubah menjadi sangat beracun.

Kita dapat menjadi sangat kebingungan, tidak responsif, mengalami pernapasan pendek, bahkan kehilangan kesadaran hingga koma. Selain itu, meski durian tidak mengandung kolesterol dan lemak jenuh, makan durian bersama minuman keras tetap bisa meningkatkan tekanan darah.

Kadar alkohol yang terlalu tinggi dalam tubuh bisa makin menyebabkan tekanan darah melonjak di luar batas. Hipertensi kemudian meningkatkan risiko seseorang mengalami serangan jantung, stroke, atau gagal jantung kongestif. Tingkat alkohol dalam darah yang melebihi batas wajar juga dapat melemahkan otot-otot jantung, yang juga akan mempengaruhi paru, hati, otak, dan sistem organ dalam tubuh lainnya.

Kadar alkohol yang terlalu tinggi dalam darah dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan menyebabkan jantung berdetak tidak normal (aritmia jantung), yang telah dikaitkan dengan kematian mendadak.(ins)