Diundang Raja Salman, Tri Risma Diminta Berbicara Negara Berkesejahteraan

GN/Istimewa
Walikota Surabaya Tri Rismaharini diundang Raja Salam untuk berbicara soal negara berkesejahteraan, pada bulan Mei 2018.

SURABAYA (global-news.co.id)-Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapatkan undangan resmi dari kerajaan Arab Saudi. Walikota perempuan pertama di Surabaya tersebut diundang untuk menjadi pembicara dengan tema kesejahteraan dalam acara internal.

“Betul ada undangan dari Raja Salman di Kota Madinah pada 9-10 Mei nanti,” kata Risma seusai menerima kunjungan dari anggota Komisi X DPR di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/4/2018).

Di acara internal tersebut, Risma akan mempresentasikan negara berkesejahteraan. “Tentang apa saja yang saya sudah lakukan di Surabaya, khususnya dalam penanganan orang miskin dan bagaimana menyejahterakannya,” jelas Risma.

Risma mengaku tidak tahu alasan kerajaan Arab Saudi memilihnya sebagai nara sumber dalam acara tersebut. “Mungkin karena tamu-tamu luar negeri yang pernah berkunjung ke Surabaya banyak bercerita tentang profil Surabaya dan profil saya sendiri,” tuturnya.

Risma mengatakan dirinya sering diundang ke luar negeri sebagai pembicara, namun tidak dengan biaya operasional miliknya. “Semua akomodasi negara pengundang yang menanggung.  Anggaran operasional saya lebih banyak untuk membantu pendidikan warga kota yang membutuhkan,” ucapnya.

Undangan sebagai pembicara yang mengangkat pemecahan solusi berbagai permasalahan di kota seperti Surabaya memang bukan pertama kalinya bagi Tri Risma.

Sebelumnya, Tri Risma juga sudah diundang Putra Mahkota Inggris Pangeran Charles. Kala itu Risma diminta berbicara terkait dengan pengelolaan sampah plastik yang disebutkannya bisa menjadi contoh dunia.

Kehadiran Risma saat itu juga untuk menghadiri acara Simposium Internasional ke-9 PPI-Dunia dan Indonesian Scholars International Convention (ISIC) Konvensi Internasional Sarjana Indonesia (ISIC-SI 2017).

Sekadar diketahui, Surabaya di bawah kepemimpinannya berhasil menjadi Kota Terbaik Se-Asia-Pasifik versi Citynet pada tahun 2012 dan meraih Penghargaan Kota Berkelanjutan ASEAN, Enviromentally Award 2012.

Selain itu, Surabaya juga meraih dua kategori penghargaan tingkat Asia-Pasifik dalam ajang FutureGov Award 2013, yakni data center melalui Data Center Pemerintah Kota Surabaya dan Data Inclusion melalui Broadband Learning Center (BLC). Menyingkirkan 800 kota di Asia-Pasifik.

Taman Bungkul mendapatkan penghargaan tahun 2013 The Asian Townscape Award dari PBB. Sedangkan Risma mendapatkan penghargaan Mayor of the Month sebagai wali kota terbaik pada Februari 2014. Ia juga mendapatkan penghargaan Socrates Award kategori Future City dari European Business Assembly (EBA) pada April 2014. (ins)