Derby Pengunci Gelar Juara

Fernandinho

MANCHESTER (global-news.co.id)-Manchester City bakal mengunci gelar juara Liga Primer Inggris saat menjamu tim satu kotanya, Manchester United dalam laga pekan ke-33 di Etihad Stadium, pukul 23.30 WIB, Sabtu (7/4/2018). Akankah, usaha The City bakal mulus?

Tanpa berstatus sebagai laga penentu gelar juara pun, bentrok tim satu kota ini sebenarnya sudah menebarkan atmosfir panas. Namun kali ini, pertemuan antara The City dan United berada dalam suasana yang berbeda. City dipastikan bakal meraih gelar juara Liga Inggris, kalau ia mampu menaklukkan tamunya. Kemenangan dalam laga ini akan membuat perebutan gelar bakal terkunci dalam liga yang akan berlangsung hingga Minggu (8/4/2018) dini hari.

Koleksi poin City akan berjumlah 87 usai laga tersebut, dan tak akan bisa dikejar oleh pesaing-pesaingnya dengan hanya ada enam pertandingan tersisa. Saat ini saja, City sudah meninggalkan Manchester United selisih 16 poin.

Kalau sampai terjadi, itu akan menjadi seburuk-buruk kenyataan yang harus diterima MU dan seluruh fansnya. Tak hanya kalah dalam derby, tapi kekalahan  juga membuat titel juara segera jatuh ke tangan musuh besarnya. Sesuatu yang mungkin tak pernah terpikirkan sebelumnya.

Dengan situasi demikian, sangat mungkin MU setidaknya bisa menunda The City merengkuh gelar juara lebih awal. Tim besutan Jose Mourinho ini bisa saja merusak persiapan pesta juara City, satu-satunya cara dengan meraih kemenangan. Kiper United, David de Gea dan kawan kawan pastinya akan punya motivasi berlebih untuk itu.

Dan peluang itu, sangat terbuka. Hal ini mengingat dalam dua musim terakhir di ajang Premier League, City selalu gagal mengalahkan MU kala bermain di Etihad Stadium. Sekali kalah dan satu kali seri. Sekadar diketahui, andai bisa mengalahkan MU, City akan menjadi tim tercepat yang memastikan gelar juara liga. Semakin lengkap karena pasukan Josep Guardiola itu mencapainya di depan Setan Merah, musuh bebuyutannya, selama ini.

“Aku merasa ini tidak akan terjadi kalau kami merencakan musim kami seperti ini. Ini terjadi secara wajar, kami memaksimalkan keuntungan kami raih sendiri sebagai pemimpin kompetisi, melawan rival-rival kami, kami bisa juara dengan sebuah kemenangan,” ucap Fernandinho, gelandang Manchester City, seperti dikutip dari ESPNFC. “Kami akan sangat fokus, memenangi gelar juara dari rival-rival terbesar kami bisa menempatkan City dalam sejarah, dan fans akan sangat gembira,” ujarnya. Pada pertemuan pertama di Old Trafford, City menaklukkan MU dengan menang 2-1.

Meski demikian, Manajer United, Jose Mourinho terlihat tak mau memusingkannya. Yang lebih penting buatnya adalah MU finis kedua. Sebuah peningkatan dibanding posisi enam musim lalu. “City tak penting buat saya. Apa yang penting adalah sejak meninggalkan posisi satu klasemen dan duduk di posisi dua, kami bertahan di sana sepanjang musim,” ucap Mourinho dikutip dari The Sun.

Sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013 lalu, MU jadi tim inferior dibanding City. Mereka selalu menyudahi musim Liga Inggris di bawah City dan punya rekor pertemuan yang tak impresif. Dari sembilan pertemuan di liga, MU mencatat rekor dua kali menang, dua kali seri dan lima kali kalah.(faz)