Andy, Sang Perkasa

Lagi-lagi Mat Tadji mendapat informasi baru dari teman barunya. Siapa lagi kalau bukan teman acara jalan pagi yang dia kerjaklan setiap hari. Andy namanya, 63 tahun. “Kenalkan saya Andy bapak. Rumah saya dekat-dekat perumahan bapak. Saya baru pindah dari Surabaya,” kata Andy  memperkenalkan diri kepada Mat Tadji.

Mat Tadji lalu bertanya, “Berapa putra bapak,” kata Mat Tadji. “Keluarga yang mana pak. Karena saya mempunyai keluarga 2. Yang di Waru, Sidoarjo ini nak saya tiga orang, sementara keluarga yang di Surabaya anak saya 2, tapi yang di Surabaya merupakan anak titi,” kata Andy tanpa sungkan-sungkan.

Adohhh. Aiyak pole cem macemnya manossah. Areyah pasteh abinih duwek Andy reyah. Ancor pessenah tellor areyah lek (Aduhhh. Inilah macem macemnya manusia. Ini pasti beristri dua Andy ini. Hancur uangnya telur, Madura Red)

Mat Taji bertanya kok Andy sampai beristri dua. “Istri saya sudah monopause mas. Susah bercinta. Kering anunya. Jadi repot saya. Masak saya harus berzinah. Apalagi saya ini setiap hari minimal harus berhubungan. Kalau tidak kepala saya menjadi pusing. Sembuh kalau sudah berhubungan dengan istri sebanyak dua kali dalam sehari. Sekarang istri saya menopause, susah mas,” katanya tanpa tedeng aling aling.

Dua tahun lalu, Andy pamit pada istrinya untuk menikah lagi. Rupanya, permintaan Andy itu tanpa hambatan sedikit pun. Istrinya mengamini saja kemauan suaminya  yang hyper tersebut. Istri Andy yang saat ini berusia 54 tahun itu hanya minta supaya Andy bertindak adil saja. Yang lain tak ada. “Saya sebenarnya kasihan juga, karena ketika istri saya mengeluarkan izin memperbolehkan saya untuk beristri lagi, dia menitikkan mata. Wajar, saya kira semua tak mau dimadu, tetapi bagaimana lagi, dia sudah dapat dikata tak ‘mampu’ lagi mengimbangi hasrat seks saya yang selelau bergelora setiap hari,” katanya.

Sudah dua tahun ini Andy hidup dalam keluarga baru tersebut. Vony, istri kedua masih lumayan muda. Masih 39 tahun. Wanita yang katanya, bahenol tersebut, mantan istri adiknya Andy yang meninggal karena suatu penyakit. “Istri saya yang kedua masih muda pak. Saya semakin bergairah lagi dengan istri muda ini. Setiap hari kalau dengan istri muda dua kali kumpul. Kadang tiga kali setiap harinya. Kalau dengan istri muda paling-paling sekali,” kata Andy.

Areyak pole. Mak gun jiah se e pekker (ini lagi. Kok hanya itu saja yang dipikirkan, Madura Red),” gumam Mat Tadji

“Saya ini kalau sehari tak kumpul istri, kepala ini mumet. Kata dokler saya ini memang termasuk hyper. Saya sebenarnya pingin yang normal-normal saja, tapi bagaimana lagi, hasrat itu datang tanpa ‘permisi’ dulu. Mudah-mudah kedua istri saya itu bisa mengimbangi irama saya,” katanya.(*)