Nasabah BRI Kediri Dibobol

GN/Ilustrasi

Pembobolan dana perbankan kembali terjadi. Kali ini yang dibobol milik nasabah Bank BRI kantor Unit Cabang Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kejadian ini akan berdampak negatif kepada jika tidak selesaikan dengan baik. Karena itu, pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus menyesaikan masalah ini dengan adil. Jangan merugikan nasabah.

Belasan nasabah di Kediri  melaporkan tabungannya telah berkurang. Sehingga nasabah melaporkan kejadian itu ke Unit BRI Ngadiluwih. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Ngadiluwih. BRI telah menindaklanjuti dengan melakukan investigasi. Modusnya seperti apa sehingga ada uang nasabah yang hilang. Yang terpenting di sini, bagaimana BRI dapat menjaga dengan baik hubungannya dengan nasabah. Persoalan tersebut harus diselesaikan dengan baik, agar tidak merugikan perbankan jangka panjanjnya. Jangan sampai tingkat kepercayaan terhadap bank menjadi luntur.

OJK jangan hanya meminta agar nasabah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tenang dengan sejumlah kejadian uang nasabah yang hilang secara misterius dan berharap agar secepatnya ada jalan keluar, sehingga industri keuangan menjaga dengan baik hubungannya dengan nasabah. Jika ada masalah, bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

BRI juga OJK harus mencari jalan keluar secepatnya untuk mengetahui kasus tersebut seperti apa, sehingga jika ada informasi dari BRI, segera ada jalan keluar agar nasabah tidak dirugian. Dari BRI sudah seharusnya menindaklanjuti, terkait modusnya seperti apa, sehingga uang nasabah hilang. Ini menjadi penting, agar setidaknya tidak terulang lagi. Dan kejadian ini harus ditindaklanjuti sampai ke akar-akarnya. Jangan ditutupi, agar masyarakat tidak menjadi resah.

Di samping itu, memberikan edukasi yang selbih intensif pada nasabah sangatlah diperlukan agar lebih berhati-hati dalam penggunaan nomor PIN ATM. Nomor tersebut dianjurkan agar disimpan dengan baik, dengan tetap menjaga kerahasiaannya. Skimming, yaitu penyadapan data nasabah, sehingga saat transaksi PIN nasabah bocor menjadi sorotan utama dalam pembobolan tersebut. Sekali lagi, pemerintah secepatnya menyelesaikan masalah ini. Terpenting lagi bagaimana BRI menggunakan teknologinya jangan sampai dapat diobok-obok orang tak bertanggungjawab.(*)