Kisah Arek Suroboyo Sukses Bisnis Kuliner di AS: Bukan Sekadar ‘Marung’ tapi Juga Duta Kuliner Indonesia

DUTA KULINER: Suami istri warga Surabaya, Aditya Setyawan- Irza Noer Hajati, sukses bisnis kuliner di Philadelphia AS. Foto lain: Didiek Nini Towok menikmati menu di Resto Ramayana.

Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) sukses berbisnis di Amerika Serikat (AS). Salah satunya di Philadelphia, Pennsylvania. Kota ini memang banyak dihuni warga asal Surabaya, yang antara lain berbisnis kuliner.

LAPORAN GATOT SUSANTO

DUA warga Surabaya, Erwin, dan pasangan suami istri Aditya Setyawan- Irza Noer Hajati, merupakan pengusaha yang sukses menggeluti bisnis kuliner di Philadelphia. Erwin memiliki restoran Ramayana, sedang Aditya dan Irza membuka usaha Pecel Ndeso. Pelanggan mereka bukan hanya WNI tapi juga warga setempat.

“Orang Amerika senang dengan masakan Indonesia, seperti pecel, rawon, dan lain-lain,” kata pasangan suami istri Syarif Tambakyoso dan Hanie White, warga Indonesia yang tinggal di Philadelphia, Rabu 28 Maret 2018. Syarif sebelumnya juga mengantar seniman Didiek Nini Towok untuk menyantap masakan Indonesia di Restoran Ramayana. “Mas Didiek senang ada masakan Indonesia di sini. Bukan hanya ada, tapi banyak dan halal,” katanya disambut senyum Didiek Nini Towok yang baru saja sukses menggelar pentas tari di Philadelphia.

Yang menarik dari resto ini adalah nama menu masakan, antara lain Sop Patah Hati, Nasi Habibie, Nasi Jokowi, Nasi Gus Dur, Nasi SBY, Nasi Sukarno, Nasi Suharto, Nasi Megawati, masing-masing harganya 7 dolar AS. “Enak, rasanya orisinal Jawa,” kata Didiek Nini Towok.

Sama dengan Resto Ramayana, Pecel Ndeso Catering di Philadelphia milik Aditya Setyawan asal Manukan Tandes dan Irza Noer Hajati yang asal Gayungsari Surabaya juga banyak diminati WNI maupun warga Amerika. Selain pecel, warung ini juga menyediakan menu lain khas Jawa.

Kepada koran Global News, Irza menceritakan awal dia dan suaminya merintis bisnis kuliner di Amerika. Saat itu, bulan Oktober 2001, Aditya yang terakhir menjabat sebagai Assistant Restaurant Manager Palimanan Restaurant di Ciputra Golf Surabaya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai sous chef di salah satu catering company di Philadelphia. Irza yang juga memiliki hobi memasak mendapatkan kesempatan bekerja bersama suami di perusahaan catering tersebut.

Lalu pada tahun 2004, Irza mulai memasak di rumah dan dijual di toko-toko Indonesia sebagai penghasilan tambahan. Aditya juga belajar bekerja sebagai tukang bangunan (konstruksi) di luar pekerjaan utama sebagai chef. Semakin banyaknya permintaan makanan untuk catering rumahan, pesta, dan bazaar, sehingga pada tahun 2012 mereka memutuskan untuk keluar dari pekerjaan utama sebagai chef dan mengembangkan usaha Catering Pecel Ndeso. Aditya pun berpindah haluan menjadi seorang pengusaha kontraktor bangunan.

Nama Pecel Ndeso dipakai karena selain spesialis menjual nasi pecel dengan bermacam-macam lauk seperti paru sapi goreng, limpa sapi goreng, sate usus sapi, rempela ati ayam, ayam goreng, bebek goreng “Cak Di” dan lain-lainnya, juga karena di kampung asalnya di Tandes Surabaya, ibu dari Aditya juga menjual nasi pecel khas Madiun di depan rumahnya dan cukup terkenal. Resep bumbu pecel khas Madiun menjadi ciri khas menu andalan Pecel Ndeso.

Pecel Ndeso melayani pemesanan makanan untuk pengiriman ke 50 state di Amerika Serikat dan bekerja sama dengan lokal kantor pos untuk jasa pengiriman. Pemesanan biasanya melalui media social Facebook setelah keduanya memposting berbagai macam menu dan tanggal mulai pengirimannya. Untuk pembayaran bisa melalui Paypal, cek atau transfer bank. Menu-menu yang ditawarkan berkisar 25 sampai 40 macam menu, seperti nasi pecel dengan pilihan lauk, Kikil Suroboyo, Kupang Lontong sate kerang, Bebek Goreng Cak Di, Rawon sate Komoh, Rawon buntut, Gudeg Jogja komplit, Sego Jagung komplit, Nasi Kapau, Nasi Padang, Bakso, Soto Ayam, Soto Madura, Sate, Pepes ikan, Balado jengkol, Cumi Hitam, Sambel goreng Kerang, Martabak Telor, Bandeng Presto, Otak-otak Bandeng, dan masih banyak lagi. Semua makanan di-vacuum dan di-frozen selama kurang lebih 2-3 hari setelah itu baru bisa di-packing dan dikirim ke alamat pemesan.

“Pelanggan setia kami yang paling jauh adalah di Hawaii dan Alaska. Selain pengiriman ke luar state, kita juga melayani pemesanan Tumpeng Komplit dan Nasi Liwetan untuk perayaan dan selamatan. Pejabat Indonesia yang pernah mampir ke sini Walikota Surabaya Ibu Tri Rismaharini,” kata Irza.

Pecel Ndeso juga menyediakan menu-menu prasmanan khas Indonesia untuk acara-acara pesta. Menunya dimulai dari appetizer seperti sate, martabak telor, arem-arem, nasi kuning, udang balado skewer, tahu isi, dan lain-lain. Untuk menu salad, seperti gado-gado, pecel, karedok dan sayur urap. Menu main course kita juga meyediakan seperti ayam geprek, rendang, mi goreng jawa, ikan rica, pepes ikan bakar, ayam sambel ijo, daging lapis Surabaya dan masih banyak lagi. “Tidak lupa pula untuk menu Dessert kita menyediakan es cendol, jajan pasar, aneka cake dll,” katanya.

Sebagai tambahan Irza memasukkan pula di dalam menu berbagai krupuk dan aneka sambal khas ndeso. Pelanggan yang memesan makanan Pecel Ndeso tidak hanya dari kalangan orang Indonesia saja tetapi orang lokal Amerika. “Biasanya mereka pernah merasakan masakan Indonesia, kemudian sering memesan masakan kami untuk acara pesta keluarga ataupun pernikahan,” ujarnya.

Pecel Ndeso juga mengikuti acara Bazaar Indonesia atau non-Indonesia yang diadakan di berbagai state di Amerika seperti Bazar Bulanan di Elmhurst New York City, bazaar tahunan di Mannhattan New York, Pesta Rakyat di Philadelphia Pennsylvania, bazaar di Massachusettes, bazaar di Maryland dan lokal pesta jalanan (street fest) yang diadakan di Philadelphia.

“Tujuan utama kami mengikuti bazaar adalah untuk menjadi duta Indonesia di bidang kulineri dengan memperkenalkan makanan khas Indonesia ke khalayak Amerika mengingat masakan dari negara tetangga seperti Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia sudah sangat mendominasi dan dikenal di masyarakat Amerika,” katanya.

Kota Philadelphia sendiri komunitas Indonesia cukup banyak. Begitu pula komunitas Asia juga sangat besar, sehingga menjadikan bahan makanan Indonesia cukup mudah didapat di semua toko-toko Asia. “Karena kami tidak memiliki restoran jadi omzet pendapatan Pecel Ndeso tergantung dari jumlah pengiriman ke luar state dan berapa kali kita mengikuti bazaar selama sebulan. Yang jelas cukup untuk menyambung hidup hehehehe. Untuk mengenal lebih dekat kunjungi kami di Facebook; Pecel Ndeso dan like Youtube pecelndeso,” katanya. (*)