Kiat Pemkab Pamekasan Kembangkan UKM , Luncurkan ‘Pejagan’ Mengubah Pekerja Jadi Juragan

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pemkab Pamekasan terus melakukan upaya pengembangan kegiatan ekonomi kerakyatan. Di antaranya melalui program ‘Pejagan’ (Mengubah Pekerja Menjadi Juragan). Kegiatan ini berupa pembinaan terhadap pegiat ekonomi usaha kecil mikro (UKM) yang diharapkan menjadi pengusaha besar.
Program Pejagan ini telah dirintis sejak tahun 2011 pada kalangan UKM yang berlokasi arena Car Free Day (CFD) di sekitar Monumen Arek Lancor, kota Pamekasan. Dan baru secara serius mulai digarap profesional melalui sentuhan prinsip dan manajamen kerja koperasi mulai tahun 2015.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan, Jon Yuliyanto mengatakan upaya mengangkat para pelaku UKM menjadi kelompok usaha besar itu dilakukan dengan menerapkan secara total manajemen dan prinsip kerja koperasi. Hasilnya sangat membanggakan, kini 156 anggota Koperasi UKM CFD itu telah mandiri mengembangkan usahanya.
“Koperasi UKM CFD itu telah memiliki aset lahan tanah senilai Rp 1,5 miliar. Dan lahan itu ditanami sejumlah komoditas yang bisa dipakai oleh anggota koperasi UKM CFD untuk jualan dan pengembangannya. Bahkan juga bisa dikembangkan atau dijual di luar usaha di CFD, ” papar Jon Yuliyanto.

Menjadikan koperasi untuk mengubah pekerja jadi juragan, kata Jon Yuliyanto, sangat tepat karena dalam koperasi ada kegiatan pengembangan untuk anggota, ada pendidikan, pengembangan, pinjaman, dan pendampingan koperasi sebagai agen bagi anggotanya, dan juga transaksi dan sinergi dengan pelaku ekonomi lain.
“Semula suasana jualan para UKM CFD itu biasa saja, lalu setelah ditata sedemikian rupa melalui Perbup No. 31 Tahun 2015, maka aktifitas bisnis di CFD itu kini menjadi ramai. Selain menjadi sentra ekonomi rakyat juga menjadi tempat wisata kuliner keluarga,” tuturnya.

Para pegiat UKM itu, lanjut Jon Yuliyanto, selain didorong untuk diversifikasi usaha juga dimobilisasi cara berpikirnya, diberi pelatihan mengembangkan dan melebarkan satu jenis usaha sehingga menjadi usaha besar.
Tanah senilai Rp 1,5 miliar yang dimiliki Koperasi UKM CFD kini sudah bisa digunakan sebagai jaminan untuk menggunakan jasa perbankan.

Sektor informal, tambah Jon, tidak haram untuk jadi jalan menuju munculnya pengusaha besar dan jalan itu sudah tampak dari pengembangan UKM CFD itu. Kini lembaga keuangan sudah banyak yang tertarik memberikan bantuan hibah maupun corporate service responsibility (CSR) bagi UKM anggota loperasi UKM CFD.

“Alhamdulillah kini program ‘Pejagan’ ini telah dipilih menjadi satu program inovasi layanan publik oleh Dinas Koperasi dan ditetapkan secara langsung oleh Wakil Bupati Pamekasan Khalil Asyari menjadi wakil dalam lomba program inovasi layanan publik tingkat provinsi,” pungkas Jon Yuliyanto. (mas/*)