Harga Saham PT Matahari Naik Sehari sebelum Pendiri Hari Darmawan Meninggal    

GN/Ilustrasi

BOGOR (global-news.co.id) Pendiri toko jaringan ritel terkemuka Matahari Department Store dan Taman Wisata Matahari di Cisarua, Hari Darmawan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat jenazahnya ditemukan di Kali Ciliwung di wilayah Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi terkait penyebab meninggalnya pengusaha nasional ini.

Kabar meninggalnya Hari Darmawan dengan kondisi yang sangat mengejutkan ini memantik beragam spekulasi mengenai penyebabnya. Tak terkecuali, kemungkinan kaitannya dengan kondisi PT Matahari Department Store Tbk  yang sudah dirintis Hari Darmawan sejak April 1982.

Namun spekulasi tersebut terbantahkan. Mengutip data RTI, Sabtu (10/3/2018), harga saham perusahaan berkode LPFF ini justru merangkak naik 4,76 persen pada Jumat (9/3/2018) kemarin. Pada pembukaan perdagangan kemarin, saham LPFF dibuka Rp 10.600 dengan diperdagangkan sebanyak 1,58 juta lembar saham sebesar Rp 17 miliar.

Harga saham LPFF bergerak di kisaran Rp 10.500-11.000 per lembar saham hingga penutupan perdagangan. Harga saham perusahaan berhasil mencatatkan kenaikan sekitar 4,76%. Pergerakan saham LPFF juga tercatat fluktuatif dengan nilai Rp 10.700 dan bergerak stagnan di siang hari Rp 10.600, namun berhasil ditutup positif di level Rp 11.000 di penutupan perdagangan kemarin.

Sekadar diketahui, perusahaan yang mengoperasikan jaringan gerai ritel mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 1989 lalu, atau berselang tujuh tahun dari perusahaan didirikan ini, memiliki sekitar 509.992.000 lembar saham atau 17,48% saham perusahaan dimiliki oleh PT Multipolar Tbk, sedangkan 2,4 miliar lembar saham atau sekitar 82,52% dimiliki publik.

Saat ini, Hari Darmawan tidak lagi duduk di jajaran direksi maupun komisaris perusahaan. Gerai ritel yang sudah dikuasai Grup Lippo ini dipimpin oleh Bunjamin Jonathan Mailool sebagai Presiden Direktur dan John Riady sebagai Dewan Komisaris.

Perusahaan tercatat memiliki aset Rp 5,43 triliun dengan liabilitas Rp 3,10 triliun. Ekuitas perusahaan berkode LPFF tercatat Rp 2,33 triliun dengan total penjualan Rp 10,02 triliun dan laba bersih Rp 1,91 triliun.

Saat ini bidang usahanya terutama, PT Matahari Department Store Tbk terus mengalami peningkatan, seperti sepanjang 2017 Matahari mencatat penjualan kotor sebesar Rp17,5 triliun, naik 1,2% dibanding 2016. Sedangkan laba bersih mencapai Rp1,9 triliun, ekuivalen 10,9% dari penjualan.

Emiten dengan kode saham LPPF ini juga berhasil mencatat kenaikan pendapatan bersih sebesar 1,3% menjadi Rp10 triliun.

Matahari melangkah maju dengan membuka department store modern pertama di Indonesia pada tahun 1972. Sejak itu Matahari telah menjadikan dirinya sebagai merek asli nasional.

Sampai saat ini gurita bisnis Hari Darmawan melalui Matahari memiliki 156 gerai dengan luas ruang usaha lebih dari satu juta meter persegi yang tersebar di 73 kota di seluruh Indonesia, dengan luas ruang lebih dari satu juta meter persegi dan telah mengembangkan kehadirannya dalam dunia online melalui MatahariStore.com.

Dengan perjalanan usaha yang telah dibangun selama 59 tahun, Matahari senantiasa menyediakan pilihan fashion dengan trend terkini untuk kategori pakaian dan mode, serta produk-produk kecantikan dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya yang ditampilkan dalam gerai modern serta MatahariStore.com.

Matahari sangat bangga atas dukungannya terhadap perekonomian Indonesia dengan mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan dan ber-partner dengan sekitar 850 pemasok lokal serta pemasok internasional.

Matahari saat ini juga menjadi merek favorit keluarga yang menawarkan produk fashion yang berkualitas dan terjangkau dalam lingkungan yang ramah dan menyenangkan.(ins)