‘Gempur Berdaya Mandiri’ Wakil Pamekasan ke ‘Sinovik’ Nasional

Sumiyati menerima penghargaan dari Wabup Khalil Asyari. GN/Masdawi Dahlan

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Kecamatan Tlanakan tahun ini akan menjadi salah satu wakil Pamekasan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) tingkat nasional yang digeler oleh Kementrian PAN-RB. Setelah kecamatan yang ada diwilayah selatan Pamekasan ini tahun 2017 lalu masuk Top 25 dalam event yang sama untuk tingkat Propinsi Jawa Timur.

Program inovasi pelayanan pubik yang akan diajukan dalam Sinovik tingkat nasional itu adalah proram Gempur Berdaya Mandiri (Gerakan Membangun Produktifitas Usaha Masyarakat Berbasis Sumberdaya Manusia. Program ini berupaya memperkuat partisipasi masyarakat pada pengembangan ekonomi dengan mengoptimalisakan poteni local yang dimilikinya.

“Kami tahun 2018 ini memang terpilih manjadi satu diantara program inovasi layanan public yang akan jadi wakil Pamekasan dalam Sinovik tingat nasional. Kami bersyukur semoga program ini akan bisa tembus masuk jadi program inovasai publik yang layak masuk Top Nasional setelah masuk Top 25 Jawa Timur,” kata Camat Tlanakan Sumiyati SH MH.

Program Gempur Berdaya mandiri ini dibuat terkait dengan Perbup No 23 tahun 2015 tentang pelimpahan kewenangan Bupati Kepada Camat tentang ijin usaha mikro dan kecil. Dalam Perbup itu ditetapkan bahwa untuk ijin usaha mikro dan kecil dipermudah cukup melalui Camat saja dan dilakukan scara gratis.

“Kami turun ke masyarakat sosialisasikan Perbup itu. Kami data apa usaha mereka, kami support untuk bisa mengembangkan potenisinya, sehingga bisa merubah kehidupan meningkatkan kesejahteraannya. Kebetulan di Tlanakan ini ada dua desa yakni Desa Branta Tinggi dan Desa Branta Pesisir yang memilik potensi local yang khas,” katanya.

Di Dua Desa itu, kata Sumiyati, ada ikan hasil tangkapan warga yang dikenal dengan nama ikan Laponte. Ikan tersebut tidak bisa dimakan gadingnya, akan tetapi kulitnya bisa dibikin kerupuk yang berkulaitas Namanya Kerupuk Laponte. Nah usaha kerupuk Laponte inilah yang sekarang sudah berkembang maju. “Kini sudah ada isitilah merubah sampah menjadi uang,” tutur Sumiyati.

Selain di dua desa itu, juga ada banyak usaha local di desa lainnya yang memilliki potensi local yang bagus, kini juga berhasil berkembang setelah adanya kemudahan ijin usaha itu. Dalam mengembangkan mereka pihak kecamatan melibatkan lembaga terkait diantaranya Dinas Koperasi untuk akses permodalan atau keuangan, Dinas Perikanan dan Kelautan dan lain sebagainya.

Sampai saat ini susah terdapat puluhan kelompok usaha Bersama (KUB) di kecamatan Tlankan ini dan pihak kecamatan juga telah mengweluarkan ratusan ijin usaha untuk beberapa desa di wilayah kecamatan Tlankan. Pemasaran usaha mereka juga tak mengalami kendala, misalnya Kerupuk Laponte, selain sudah terjual di Super Market di Pamekasan juga bisa tembus pasar Surabaya, Sidoarjo, Kalimatan dan lain sebagainya.

Yang menarik pengembangan usaha di KUB yang di Kecamatan Tlanakan ini hanya meliabatkan kaum ibu atau kalangan perempuan saja. Karena usaha ini merupakan usaha sampingan bagi kaum ibu di rumah tangga mereka sendiri pada saat suami mereka bekerja sebagai nelayan. (mas/*)