Atasi Kebutuhan Air, Pemkab Sediakan Rp 25 M untuk Perluasan Embung Kodik

GN/Istimewa
Tim Kementrian PUPR saat meninjau lokasi embung Kodik.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Untuk memenuhi kebutuhan air, Pemkab Pamekasan, tahun 2018 ini, kembali akan mendapatkan kucuran dana untuk perluasan embung tahap II di Desa Kodik Kecamatan Proppo. Embung yang semula dibangun di lahan sekitar 1,5 hektare itu akan diperluas menjadi sekitar 5-6 hektare (ha).

Dana yang akan dipakai untuk pembangunan Embung Kodik itu sebesar Rp 25 miliar dari bantuan pemerintah pusat tepatnya dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Diperkirakan mulai tahun 2018 ini program perluasan itu akan segera dikerjakan.

GN/Istimewa
Tampak Wabup Khalil Asyari saat mendengarkan pemaparan oleh Dirut PDAM setempat, Agus Bachtiar.

Pada akhir Desember 2017 lalu, Pemkab Pamekasan telah mengirim surat permintaan percepatan realisasi pembangunan tersebut. Tujuannya agar program itu segera direalisasikan, dan telah mendapat balasan dari pemerintah pusat. Selain itu pihak Kementrian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Jatim telah melakukan peninjauan ke lokasi.

Wakil Bupati Pamekasan Drs Khalil Asyari bersama jajaran terkait  di Pemkab Pamekasan telah mendapatkan pemaparan rinci dari PDAM Pamekasan tentang uraian teknis dari proyek  perluasan embung Kodik di Kecamatan Proppo tersebut. Dia menilai proyek pengembangan atau perluasan embung Kodik itu sangat bagus dan strategis dan dia juga berharap segera  terealisir.

Direktur PDAM Pamekasan Agus Bachtiar mengungkapkan proyek pembangunan dan perluasan Embung Kodik tahap II itu akan memiliki banyak manfaat yang sangat menguntungkan bagi masyarakat Pamekasan. Secara umum, program itu adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Pamekasan, bukan hanya masyarakat pedesaan tetapi juga masyarakat perkotaan.

“Itu juga berfungsi untuk cadangan air bagi kebutuhan masyarakat secara umum. Misalnya di kota selama ini mengandalkan air sumber bawah tanah. Sumber itu kalau musim kemarau akan mengalami penurunan hingga mencapai 60 persen. Nah nanti kekurangan untuk kota itu bisa memanfaatkan dari air hasil perluasan embung Kodik tersebut,” katanya.

Manfaat yang berikutnya, tambah Agus, adalah untuk pengendalian banjir. Karena Embung Kodik itu juga nanti akan bisa menampung puluhan jutaan meter kubik air yang bisa menjadi media untuk menampung air sehingga bisa hindarkan banjir jika terjadi hujan besar diwilayah Pamekasan.

Dan yang terakhir manfaat yang akan diperoleh dari perluasan Embung Tahap II Desa Kodik itu adalah untuk kepentingan pengembangan sektor pariwisata. Dalam desain perluasan itu juga diikutkan pengembangan sektor pariwisata sehingga ada manfaat ganda. Dengan demikian maka akses jalan ke lokasi Embung itu juga disempurnakan. (mas/*)