Agoraphobia 2018, Sensari Lari Bareng Ratusan ‘Zombie’

Salah satu peserta night run tampak terkejut saat ‘zombie’ muncul mendadak. Namun tak sedikit peserta lari malam yang ketawa-ketiwi begitu muncul sosok ‘zombie’.

SURABAYA (global-news.co.id)–Acara lari malam bertajuk Agoraphobia: Frightmare Run, berhasil membuat ratusan pesertanya  terkejut dan takut karena “diserang” para zombie.  Tak cuma terkejut, beberapa malah ketakutan karena  zombie yang tiba-tiba muncul di beberapa spot itu tak segan bersama-sama menghampiri bahkan berupaya merebut nomor peserta kegiatan lari malam yang dinaungi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Sabtu (24/3/2018) malam.

Kegiatan lari malam yang menempuh jarak 6 kilometer dengan start di Jl Prof dr Moestopo (depan kampus A Unair) ini merupakan acara opening Dekan Cup 2018 yang mengangkat tema “Mental Health”.

“Para zombie sengaja kami buat serealistis mungkin, seperti di film-film. Meski  kami juga tidak punya make up artist yang andal, tapi kami berusaha membuat serealistis mungkin, agar peserta terkejut,” tutur Adra, Kepala Sub Divisi Acara Opening, di sela kegiatan.

Zombie  yang digambarkan Adra, memang lebih seperti makhluk tak hidup, yang kembali bangkit, merasa kelaparan, dan memburu para peserta lari. Mereka berjalan sedikit cepat sambil terseok-seok, dari 4 spot sepanjang rute lari malam yang antara lain melintas jalan Prof Mustopo ke kampus B Unair Jl Darmawangsa Dalam dilanjut ke kawasan SMA kompleks, lalu GrandCity, Balai Kota, dan kembali ke kampus A.

“Kami sudah melatih mereka dan pelari tidak perlu khawatir, karena mereka juga dibekali beberapa balon air sebagai amunisi untuk menyerang para zombie. Ketika zombie terkena lemparan bola air, maka ia akan freeze selama beberapa detik. Inilah yang membedakan ajang tersebut dari zombie run lainnya,” tambah Adra.

Meski dibuat menakutkan ternyata ada pula peserta yang malah tertawa-tawa saat didekati para zombie.

Dalam kegiatan ini, para pelari disupport air di water station dan beberapa tim medis yang berjaga di spot-spot tertentu. Keberadaan mereka ini  untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, seperti adanya atlet yang jatuh pingsan.

Lari malam yang menghidupkan akhir pekan warga Surabaya ini, dibuka dengan sambutan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan perwakilan dari Rektorat Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Bukan hanya civitas akademika FK Unair, kegiatan lari malam ini juga diikuti peserta umum yang terdiri kalangan pelajar SMP dan SMA, komunitas lari, dan mahasiswa.

Opening Ceremony dimulai dengan pembakaran obor sebagai simbolis pembukaan Dekan Cup 2018. Inti dari acara bertajuk Agoraphobia ini  adalah lomba lari unik yang dikemas dalam sudut pandang penderita Agoraphobia, yaitu orang yang takut akan keramaian. (ret)