Puncak Hari Peduli Sampah di Ubhara Hadirkan Dik Doank

GN/Istimewa
Para aktivis lingkungan menggelar kampanye peduli lingkugan dengan tidak membuang sampah sembarangan, Minggu (25/2/2018).

SURABAYA (global-news.co.id)-Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional #PESAN2018 bakal digelar pada 17-18 Maret 2018 di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya.

Istimewa
Dik Doank

Peringatan yang digelar Komunitas Sahabat Bumi (KSB) bersama berbagai elemen masyarakat bakal menggelar seminar dengan menghadirkan berbagai pembicara seperti Dik Doank (musisi yang juga pemerhati lingkungan), A Dudi Krisnadi (pembudidaya tanaman kelor yang menyabet penghargaan dari Jerman), Hayu Dyah Patria (peneliti tanaman liar yang berhasil menyelamatkan benih lokal Nusantara yang nyaris punah), dr. Ami Surini (dokter yang mulai merintis penyembuhan lewat jamu sebagai peninggalan leluhur bangsa), dan tentu Wulansary (aktivis lingkungan pendiri Komunitas Sahabat Bumi).

Rilis yang diterima redaksi global-news.co.id, Senin (26/2/2018), kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari bakal digelar 10 jenis workshop terkait sustainable living. Selain itu, juga bakal ada bazaar dengan menampilkan produk-produk sehat ramah lingkungan. Ada juga band perform. Plus launching waste management system dan urban farming yang dikelola Komunitas Sahabat Bumi di Ubhara Surabaya.

Kemarin, Minggu (25/2/2018), sebagai pemanasan sebelum puncak acara Maret, digelar acara kumpul bareng car free day (CFD) di depan Taman Bungkul Surabaya. Dalam acara tersebut, masyarakat terlihat antusias ikut lomba selfie di fotobooth yang disiapkan, kampanye diet tas kresek dari komunitas Nol Sampah, silaturahmi sesama penggiat lingkungan, pawai edukasi serta kampanye sustainable living.

Ketua Komunitas Sahabat Bumi (KSB) Wulansary menyatakan tujuan peringatan Hari Peduli Sampah ini adalah memberikan penyadaran gaya hidup ramah lingkungan atau istilah kerennya sustainable living.”Sebuah gaya hidup sesuai dengan kearifan lokal kita sebetulnya… di mana kita gak banyak-banyak menghasilkan sampah, bahkan bisa sama sekali nggak nyampah,” papar Wulansary dalam rilisnya.

Perempua akrab disapa Wulan ini menyatakan jika semua tahu, apa bahaya sampah, rasanya semua akan berusaha melakukan yang namanya gaya hidup sustainable living tersebut.

Dalam kesempatan tersebut juga ikut berorasi tokoh lingkungan dari Surabaya Satriyo Wiweko. Dalam orasinya, ia mengingatkan kejadian longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 silam. “(Kejadian itu –red.) yang menjadi bencana nasional karena menelan ratusan korban jiwa dan menimbun kampung serta lahan pertanian,” papar tokoh Lingkungan Surabaya Satriyo Wiweko dalam orasi lingkungannya yang diikuti puluhan peserta seperti Karang Taruna Surabaya.

Hadir pula Prof Dr.Ir. Amien Widodo M.Si, Ketua Masyarakat Tangguh Indonesia yang mengingatkan kembali banyak bencana terjadi sebetulnya karena ulah manusia. “Banyak musibah seperti banjir dan tanah longsor itu karena kesalahan kita seperti menebang pohon hingga lahan gundul dan buang sampah sembarangan,” terangnya. (faz)