Ibrahim Hasyim Bahas Peningkatan Pemanfaatan Gas dengan Bupati Aceh Tamiang

BANDA ACEH (global-news.co.id) – Mantan anggota Komite BPH Migas yang juga pengamat energi, Dr Ibrahim Hasyim, berdialog dengan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Mursil SH dan Teuku Insyafuddin ST, di Kantor Pemkab setempat Senin 19 Februari 2018. Sebagai wilayah yang kaya akan migas, mereka membahas bagaimana mendorong penggunaan gas untuk kebutuhan masyarakat dan industri di Aceh Tamiang.

“Untuk masyarakat adalah melanjutkan rencana gas untuk rumah tangga di kota Kuala Simpang. Sedangkan untuk industri bisa mendorong industri pengolahan karet. Sekadar diketahui harga karet dunia terus menurun dan sesuai kesepakatan antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang memasok 70 persen pasar dunia, ingin memotong ekspor dengan mendorong pemakaian dalam negeri dan dapat mendongkrak harga,” kata Ibrahim Hasyim, yang juga merupakan bakal Calon Legislatif dari Partai Nasdem, usai pertemuan.

Momentum ini, kata Ibrahim, bisa dipikirkan daerah seperti Aceh Tamiang yang mempunyai kebun karet sangat luas. Apalagi hal itu sumber pendapatan masyarakat di sana.

“Industri pengolahan karet dapat menggunakan energi gas yang dapat dipasok dari pipa gas Arun Belawan,” katanya.

Ibrahim Hasyim wajar sangat peduli dengan pengembangan migas di Aceh sebab dia lahir di Idi, Rayeuk, Aceh Timur. Apalagi saat ini dia akan menjadi caleg dari Partai NasDem yang tentunya akan memperjuangkan kesejahteraan rakyat, khususnya dari sektor energi.

Menghabiskan masa kanak-kanaknya dalam lingkungan keluarga yang bekerja di pemerintahan dan pedagang. Pendidikan formal dari Sekolah Rendah Islam, Sekolah Menengah Pertama hinga Sekolah Menengah Atas diselesaikan di Aceh.

Selepas bangku Sekolah Menengah Atas, melanjutkkan pendidikan di Akademi Minyak dan Gas Bumi di Cepu (1973), S1 Fakultas Ekonomi (Ekstension) Universitas Indonesia (1979), S2 Magister Manajemen dari Sekolah Tinggi Manajemen Labora (1997) dan meraih gelar Doktor dengan predikat cumlaude dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) pada 2007.

“Disertasi saya di ITS Surabaya, dibawah bimbingan promotor, co-promotors dan tim penguji Prof.Ir. Soegiono, Dr.Ir. Tri Achmadi dan Prof.Dr. Muslich Anshori M.Sc.,Ak., Prof.Dr.Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc.,MA, Dr.Ir.Lucia Diawati, M.Eng., Prof.Dr. Indra Surya B.,M.Sc., Dr.Ir. Udi Subekti, M.Sc., Dr.Ir. Setyo Nugroho, berjudul Model Agregat Pengembangan Armada Kapal Tanker dan Analisis Dampak Kinerja Korporat: Studi Kasus Angkutan Produk Minyak oleh Perusahaan Pelayaran di Indonesia. Karir saya di bidang perminyakan dimulai sejak diangkat sebagai pegawai eksplorasi produksi Pertamina di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara,” katanya.

Dari sana, karir Ibrahim perlahan menanjak. Mulai dari supervisor di Pertamina Aviation, Kepala Internal Auditor di Manado, Kepala Seksi BBM di Jakarta, Kepala Cabang Pemasaran Maluku di Ambon, Kepala Penjualan Sulawesi di Makassar, Kepala Penjualan Sumbagut (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau) di Medan, Kepala Dinas Pengkajian dan Pengembangan di Jakarta, Pimpinan UPPDN II (Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung) di Palembang, Pimpinan UPPDN V (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara dan Timor Timur), Kepala Divisi Pemasaran Non-BBM, LPG dan BBG di Jakarta, Deputi Direktur Bidang Perkapalan, Komisaris PT Badak NGL, Komisaris Utama PT Pertamina Tongkang, Komisaris Utama PT Patra Dok Dumai dan Staf Ahli Dirut Pertamina Bidang Hilir.

Setelah berkarir selama 37 tahun di Pertamina dengan golongan gaji tertinggi Pembina 4, kemudian dipilih oleh DPR dan diangkat oleh Presiden RI sebagai anggota Komite Badan Pengatur Hilir MIGAS periode 2007 hingga 2011, lalu dipilih kembali untuk periode 2011 hingga 2016 (diperpanjang oleh keputusan Presiden RI maksimal selama 1 tahun) .

Tanda jasa yang dia peroleh atas pengabdian selama beberapa dekade di bidang energi nasional di atas, yaitu: Karya Patra Utama (2000) dari Dirut Pertamina, Satya Lencana Wira Karya (2002) dari Presiden RI atas keberhasilannya mempertahankan Pertamina di Timor Timur (kini negara Timor Leste) dan Darma Karya Energi dan Sumber Daya Mineral dari Menteri ESDM tahun 2014.

Kecintaan terhadap energi nasional, dia aktualisasikan dengan mengemukakan pendapat, pengalaman dan analisis tentang masalah dan masa depan energi di Indonesia. “Tulisan saya pertama dimuat di harian Kompas pada 5 Juli 1980 berjudul Kearah Mana Penghematan Energi Digiatkan. Selain di Kompas, berbagai artikel dimuat di berbagai harian nasional antara lain Suara Karya, Poskota, Merdeka, Investor Daily, Seputar Indonesia, Tempo, Surabaya Post, Jawa Pos, Duta, Republika, Kontan, Serambi Indonesia, Sketsa, Media Indonesia. Selain artikel, juga menjadi nara sumber di berbagai media televisi seperti di TVRI, Jak-TV, Metro TV, TV One, BeritaSatu TV, Tempo TV, Sindo TV, MNC TV, Kompas TV, Bloomberg TV, dan berbagai radio seperti Elshinta, Trijaya, RRI, dan RH68,” katanya.

Pernyataan dan pemikiran juga dimuat diberbagai media berita online antara lain detik.com, tempo.co, viva.co.id, merdeka.com, beritaheadline.com, global-news.co.id, dan ibrahimhasyim.id.

Penyebaran informasi dan tentang perkembangan dunia energi juga dilakukannya melalui majalah Global Energi sebagai Pemimpin Umum.

Disamping melalui media, juga memberikan ceramah dan kuliah umum di berbagai universitas seperti Universitas Indonesia (UI), Trisakti, Universitas Nasional (UNAS), IAIN Kalijaga, Universitas Tondano, Universitas Muslim Aceh, Universitas ISLAM Tamiang di Kuala Simpang Aceh dan di berbagai instansi pemerintah di berbagai daerah. Orasi ilmiah dan kuliah umum di Sekolah Tinggi Energi mineral Akamigas Cepu, Politeknik Negeri di Lhokseumawe, akademi Maritim Djadajad Jakarta.

“Saya juga menyisihkan waktu melakukan kegiatan sosial dengan mendirikan Yayasan Ibrahim Hasyim dan saat ini menjadi anggota penasehat Taman Iskandar Muda Pusat, Ketua Masyarakat IDI Aceh Timur di Jakarta, dan Ketua Umum Alumni Akademi MIGAS. Tidak lupa secara rutin berolahraga,” ujarnya.

Hingga saat ini, Ibrahim selalu mengikuti berbagai isu dan pemikiran seputar dunia energi, baik melalui media cetak maupun media online, serta mengikuti seminar didalam negeri dan mengunjungi ke berbagai negara sebagai delegasi Indonesia dalam rangka seminar ataupun kunjungan business visit. (fan)

Tag: