Diresmikan, Masjid Arif Nurul Huda Polda Jatim Dibangun Hanya dalam Waktu 10 Bulan

Masjid Mapolda Jatim yang baru diberi nama Masjid Arif Nurul Huda, diresmikan penggunaannya, oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (13/2/2018). Masjid Arif Nurul Huda saat malam hari.

SURABAYA (global-news.co.id)–Masjid baru Polda Jatim yang diberi nama Masjid Arif Nurul Huda diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (13/2/2018). Masjid yang terlihat indah dari frontage road barat Jalan Ahmad Yani Surabaya, hanya butuh 10 bulan dalam proses pembangunannya.

Dalam peresmian tersebut hadir sejumlah tokoh ormas Islam seperti mantan Ketua Muhammadiyah Din Syamsudin dan Ketua PBNU Said Agil Siradj. Ketua MUI KH Ma’ruf Amin yang diharapkan hadir, ternyata datang sehari sebelumnya karena saat peresmian bersamaan dengan tamu dari Afghanistan.

Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Polda Jatim merupakan yang terbesar di Indonesia. Karena itu, keberadaan masjid yang besar dan megah tentu sangat dibutuhkan.

Kemegahan masjid pun tak hanya terlihat dari sisi luar saja. Di dalam bangunan masjid, ornamen ukiran kayu dan batu marmer menghiasi seluruh sudut ruangan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dalam sambutannya mengatakan pembangunan masjid bisa terselesaikan dalam waktu 10 bulan. ” Dan tepat satu tahun yakni 13 Pebruari 2018 bisa diresmikan oleh Kapolri,” ujar Irjen Pol Machfud Arifin. Kapolda mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang sudah ikut membantu tempat ibadah yang mampu menampung 1600 jemaah ini

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin yang datang sehari sebelumnya, juga menyempatkan berkeliling terlebih dahulu melihat masjid dari bagian depan hingga belakang. “Masjid ini sangat bagus. Kami dari MUI sangat mengapresiasi perhatian dari Kapolda dalam membangun masjid yang luar biasa ini,” kata KH Ma’ruf.

Kyai yang juga Rais Aam PBNU tersebut menuturkan, tugas polisi tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban. Namun polisi juga diharapkannya dapat membangun masjid.  “Masjid ini penting bukan buat polisi saja, tapi juga masyarakat, karena bisa memanfaatkan masjid yang dibangun Kapolda ini untuk beribadah,” tuturnya.

Masjid yang dibangun di lahan seluas 875 meter persegi tersebut dibangun dengan waktu yang cukup singkat. Peletakan batu pertama dilaksanakan 8 Februari 2017. Pada akhir Desember 2017 lalu, masjid sudah selesai dikerjakan atau membutuhkan waktu 10 bulan.

Sebagaimana diceritakan Mahfud Arifin, kisah awal pembangunan masjid baru Mapolda Jatim tersebut, berawal dari keprihatinannya saat awal pertama bertugas di Polda Jatim. “Saya sangat prihatin karena Masjid Nurul Huda yang ada di dalam (kompleks Mapolda Jatim) tidak bisa menampung jamaah saat shalat Jumat. Bahkan shalat sampai di aspal jalan,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu menanyakan pada Wakapolda Jatim saat itu (Brigjen Pol Gatot Subroto). “Apakah ada lahan kosong milik Polda yang dapat digunakan untuk membangun masjid?” tanyanya pada Wakapolda. “Siap. Ada komandan. Lahan di depan Mapolda bisa digunakan,” ucapnya menirukan jawaban Wakapolda saat itu.

Irjen Machfud lalu tanpa berpikir panjang dan tanpa melalui rapat perencanaan langsung meminta peletakan batu pertama Masjid Arif Nurul Huda segera dilakukan. “Alhamdulillah. Tanpa rapat persiapan, peletakan batu pertama bisa dilakukan 8 Februari dan sekarang sudah jadi,” jelasnya.

Mengenai desain masjid, Kapolda Jatim mengaku terinspirasi oleh masjid di Kalimantan Selatan. Lantas ia mengadopsi beberapa konsep masjid tersebut untuk diterapkan pada konsep masjid Mapolda Jatim yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar dan termegah milik Polda se-Indonesia.

Mengenai penamaan masjid, Irjen Machfud menjelaskan jika nama Nurul Huda diambil dari nama masjid yang sudah ada di Mapolda Jatim. Penambahan nama Arif, kata dia, bermakna agar seluruh upaya penegakan keadilan atas hukum di Mapolda Jatim bisa berjalan dengan arif atau bijaksana. “Di masjid ini tempat anggota bisa mendekatkan diri dengan Allah atau hablum minallah dan juga hablum minannas antara pimpinan dengan anggota dan juga anggota dengan masyarakat umum,” ungkapnya.

Kapolda menjelaskan, masjid ke depannya dapat dimanfaatkan untuk seluruh anggota Polda Jatim dan masyarakat Jawa Timur. “Masjid ini terbuka untuk umum. Saat Jumatan (sholat Jumat, red) gerbang akan dibuka dan masyarakat bisa shalat di sini. Bisa digunakan untuk pengajian dengan mendatangkan kyai kondang yang banyak jamaahnya juga secara periodik. Masjid bisa digunakan untuk akad nikah juga. Namun tidak digratiskan karena harus mengganti biaya operasional seperti AC juga butuh listrik,”  jelasnya.(faz)

SURABAYA (global-news.co.id)–Masjid baru Polda Jatim yang diberi nama Masjid Arif Nurul Huda diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (13/2/2018). Masjid yang terlihat indah dari frontage road barat Jalan Ahmad Yani Surabaya, hanya butuh 10 bulan dalam proses pembangunannya.

Dalam peresmian tersebut hadir sejumlah tokoh ormas Islam seperti Ketua Muhammadiyah Din Syamsudin dan Ketua PBNU Said Agil Siradj. Ketua MUI KH Ma’ruf Amin yang diharapkan hadir, ternyata datang sehari sebelumnya karena saat peresmian bersamaan dengan tamu dari Afghanistan.

Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Polda Jatim merupakan yang terbesar di Indonesia. Karena itu, keberadaan masjid yang besar dan megah tentu sangat dibutuhkan.

Kemegahan masjid pun tak hanya terlihat dari sisi luar saja. Di dalam bangunan masjid, ornamen ukiran kayu dan batu marmer menghiasi seluruh sudut ruangan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dalam sambutannya mengatakan pembangunan masjid bisa terselesaikan dalam waktu 10 bulan. ” Dan tepat satu tahun yakni 13 Pebruari 2018 bisa diresmikan oleh Kapolri,” ujar Irjen Pol Machfud Arifin. Kapolda mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang sudah ikut membantu tempat ibadah yang mampu menampung 1600 jemaah ini

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin yang datang sehari sebelumnya, juga menyempatkan berkeliling terlebih dahulu melihat masjid dari bagian depan hingga belakang. “Masjid ini sangat bagus. Kami dari MUI sangat mengapresiasi perhatian dari Kapolda dalam membangun masjid yang luar biasa ini,” kata KH Ma’ruf.

Suasana di dalam masjid saat acara tasyakuran Masjid Arif Nurul Huda, beberapa waktu lalu.

Kyai yang juga Rais Aam PBNU tersebut menuturkan, tugas polisi tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban. Namun polisi juga diharapkannya dapat membangun masjid.  “Masjid ini penting bukan buat polisi saja, tapi juga masyarakat, karena bisa memanfaatkan masjid yang dibangun Kapolda ini untuk beribadah,” tuturnya.

Masjid yang dibangun di lahan seluas 875 meter persegi tersebut dibangun dengan waktu yang cukup singkat. Peletakan batu pertama dilaksanakan 8 Februari 2017. Pada akhir Desember 2017 lalu, masjid sudah selesai dikerjakan atau membutuhkan waktu 10 bulan.

Sebagaimana diceritakan Mahfud Arifin, kisah awal pembangunan masjid baru Mapolda Jatim tersebut, berawal dari keprihatinannya saat awal pertama bertugas di Polda Jatim. “Saya sangat prihatin karena Masjid Nurul Huda yang ada di dalam (kompleks Mapolda Jatim) tidak bisa menampung jamaah saat shalat Jumat. Bahkan shalat sampai di aspal jalan,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu menanyakan pada Wakapolda Jatim saat itu (Brigjen Pol Gatot Subroto). “Apakah ada lahan kosong milik Polda yang dapat digunakan untuk membangun masjid?” tanyanya pada Wakapolda. “Siap. Ada komandan. Lahan di depan Mapolda bisa digunakan,” ucapnya menirukan jawaban Wakapolda saat itu.

Irjen Machfud lalu tanpa berpikir panjang dan tanpa melalui rapat perencanaan langsung meminta peletakan batu pertama Masjid Arif Nurul Huda segera dilakukan. “Alhamdulillah. Tanpa rapat persiapan, peletakan batu pertama bisa dilakukan 8 Februari dan sekarang sudah jadi,” jelasnya.

Mengenai desain masjid, Kapolda Jatim mengaku terinspirasi oleh masjid di Kalimantan Selatan. Lantas ia mengadopsi beberapa konsep masjid tersebut untuk diterapkan pada konsep masjid Mapolda Jatim yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar dan termegah milik Polda se-Indonesia.

Mengenai penamaan masjid, Irjen Machfud menjelaskan jika nama Nurul Huda diambil dari nama masjid yang sudah ada di Mapolda Jatim. Penambahan nama Arif, kata dia, bermakna agar seluruh upaya penegakan keadilan atas hukum di Mapolda Jatim bisa berjalan dengan arif atau bijaksana. “Di masjid ini tempat anggota bisa mendekatkan diri dengan Allah atau hablum minallah dan juga hablum minannas antara pimpinan dengan anggota dan juga anggota dengan masyarakat umum,” ungkapnya.

Kapolda menjelaskan, masjid ke depannya dapat dimanfaatkan untuk seluruh anggota Polda Jatim dan masyarakat Jawa Timur. “Masjid ini terbuka untuk umum. Saat Jumatan (sholat Jumat, red) gerbang akan dibuka dan masyarakat bisa shalat di sini. Bisa digunakan untuk pengajian dengan mendatangkan kyai kondang yang banyak jamaahnya juga secara periodik. Masjid bisa digunakan untuk akad nikah juga. Namun tidak digratiskan karena harus mengganti biaya operasional seperti AC juga butuh listrik,”  jelasnya.(faz)