Yon Koeswoyo ‘Koes Plus’ Meninggal Dunia

 

Mendiang Yon Koeswoyo dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu.

JAKARTA (global-news.co.id)-Kabar duka menyelimuti dunia musik Tanah Air. Musisi sekaligus personel grup band senior Koes Plus, Yon Koeswoyo (77) meninggal dunia, Jumat (5/1/2018) pukul 05.00 WIB.

“Innalillahi wainalillahi rojiun. Telah wafat dengan tenang Adik, Kakak, Ayah, Eyang tercinta Yon Koeswoyo (Koes Bersaudara/Koes Plus) pagi ini Jumat 5 Jan 2018,” begitu bunyi pesan yang sudah viral di media sosial tersebut.

Kabar meninggalnya Yon Kuswoyo dibenarkan Pengamat musik Bens Leo. “Benar, saya dapat kabar jam 5 pagi tadi dari Mas Nomo (kakaknya),” ujar Bens Leo seperti dikutip dari detik, Jumat pagi. Disebutkan, Yon Koeswoyo meninggal dunia di kediamannya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

Lewat penuturan Bens Leo, di usia senjanya Yon Koeswoyo menderita sejumlah penyakit. Ia pun sempat menjenguk mendiang Yon saat sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit. “Saya sempat jenguk enam bulan lalu. Beliau memang menderita sejumlah penyakit yang jadinya komplikasi. Salah satunya liver,” ujar Bens Leo.

Sejak Koes Plus terbentuk di tahun 1960, Yon Koeswoyo menjadi salah satu personel yang masih aktif membuat Koes Plus tetap eksis bersama sang adik, Yok Koeswoyo.

Wafatnya Yon Koeswoyo tentu saja tidak hanya membuat keluarga besar Koes Plus dan penggemarnya kehilangan namun juga membuat dunia tarik suara Tanah Air merasakan duka yang mendalam. Maklum, pria yang wafat pada usia 77 tahun tersebut memberikan banyak warna di industri musik Indonesia.

Perjalanan karier Yon Koeswoyo di dunia musik saat usianya terbilang muda, beberapa tahun setelah Indonesia merdeka. Bersama beberapa saudaranya, pria kelahiran Tuban, Jawa Timur itu membentuk grup band yang diberi nama Kus Brothers pada tahun 1958 lantas berganti nama menjadi Kus Bersaudara pada tahun 1963.

Grup band yang telah mengeluarkan lebih dari 100 album itu mengalami pergantian personel dalam kurun beberapa waktu. Kendati demikian, Yon Koeswoyo tak pernah pindah haluan dan tetap setia menjadi vokalis utama hingga menghembuskan napas terakhirnya pada usia 77 tahun.

Yon Koeswoyo gigih bermusik meskipun segala cobaan kerap menimpa grup bandnya. Meluncurkan album perdana pada tahun 1962, nyatanya karyanya bersama saudara-saudaranya sedarah itu tak langsung diterima oleh para penikmat musik Indonesia. Dikenal sebagai penyanyi legendaris, bapak 4 anak ini sempat mengalami kesulitan finansial hingga dipenjara karena dianggap melecehkan Tanah Air.

Pengalaman pahit juga sempat dirasakan Yon Koeswoyo saat mencoba menghibur masyarakat luas dengan lagu yang ia nyanyikan. Yon bersaudara dianggap memainkan lagu ngak ngik ngok (kebarat-baratan) yang membuatnya harus ditahan di Penjara Glodok pada 29 Juni 1965.

Kehidupan sebagai musisi dijalani Yon dengan serba pas pasan. Ia bahkan sempat tak punya biaya cukup untuk persalinan anak pertamanya dari istrinya yang bernama Bonita Angelia. Dalam bukunya dikisahkan ia harus mencari pinjaman untuk biaya persalinan yang saat itu berjumlah Rp 500 ribu.

Selanjutnya meskipun bermain dalam satu grup, namun Yon Koeswoyo bisa dibilang paling mendominasi dari pada saudara-saudaranya yang lain. Karya-karya besarnya yang hits beberapa tahun setelah debut diantaranya adalah Kembali ke Jakarta, Kisah Sedih di Hari Minggu, Diana, Hidup yang Sepi, dan masih banyak lagi.

Sebelum akhirnya tutup usia, Yon masih aktif manggung sampai tahun 2016. Konser bertajuk Andaikan Koes Plus Datang Kembali yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat pada 9 Desember 2016 menjadi penampilan terakhir pria berdarah Jawa tersebut di hadapan para penggemarnya. Selamat Jalan Yon Koeswoyo.(dtc/okz/ins)