Pak Bas, Cabup Bojonegoro yang Guru Sepanjang Hayat dan Pengasuh Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat

GN Pak Bas berdiri bersama jajaran pengurus yayasan.

BOJONEGORO (global-news.co.id)–Calon Bupati Bojonegoro, Drs H Basuki M.Pd, M.Pd.I., memiliki sejarah panjang berkomitmen membangun Bojonegoro. Pengabdiannya untuk tanah kelahirannya yang kaya minyak ini sudah sekitar 34 tahun. Mulai dari membangun dunia pendidikan, khususnya pondok pesantren, hingga pengembangan ekonomi masyarakat, baik dalam skala kecil maupun besar.

Sekarang calon bupati yang biasa disapa Pak Bas ini merupakan pengasuh dan Dewan Pembina Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat di Jl. Untung Suropati Bojonegoro. Komitmennya bukan hanya di dunia pesantren, tapi juga pendidikan umum. Bila nanti dipercaya masyarakat Bojonegoro menjadi Bupati, dia memprogramkan beasiswa untuk 100 lulusan terbaik bersekolah di luar negeri menimba ilmu minyak dan gas (migas) mengingat wilayah yang dipimpinnya kaya migas.
Selain itu tentu saja pendidikan gratis untuk SD dan sekolah menengah, beasiswa untuk siswa sekolah menengah atas, dan pemberian insentif bagi tenaga pendidikan agama Islam mulai RA, MI, Mts, TPQ, dan MADIN.

“Saya ini bisa dibilang guru sepanjang hayat, selama hidup, saya abdikan di dunia pendidikan. Keluarga guru. Sejak 1983 saya sudah mengajar di SMP 1, 26 tahun saya mengajar di sekolah negeri. Saya sampai sekarang mengabdikan diri sebagai guru di Pondok Pesantren Modern Ar-Rahmat di Bojonegoro. Murid saya ada di seluruh pelosok Bojonegoro, mereka kalau disebut Pak Bas, pasti semua tahu saya. Saya juga mengurusi guru-guru, mengurusi kepala UPT, guru negeri, guru swasta, mengurus sertifikasi mereka. Kalau hal itu dianggap sebagai jasa bagi mereka, ya bisa dipakai sebagai pintu masuk untuk mengenalkan diri saya sekaligus untuk memilih saya di pilkada nanti,” kata Pak Bas.

Saat ini Pak Bas menjabat sebagai Dewan Pembina di Ponpes Ar-Rahmat Bojonegoro. Sekolah di pesantren ini memiliki santri dan alumni yang tersebar bukan hanya di Bojonegoro tapi juga daerah lain. Para siswanya juga banyak mengukir prestasi di bidang akademis maupun non akademis.

Selain itu, kata Pak Bas, kelurga juga sebagai sarana untuk mengenalkan dirinya kepada masyarakat sebab sebagai putra asli Bojonegoro keluarga dan kerabatnya tersebar hampir di semua wilayah Bojonegoro. Sebagai putra asli daerah, keluarga Pak Bas ini ada di Bojonegoro, sejak dulu hingga sekarang. Keluarga Pak Bas ada di hampir semua daerah di Bojonegoro, sehingga mereka akan mengenalkan Pak Bas kepada masyarakat.

“Saya asli putra Bojonegoro yang tentu peduli dengan kemajuan Bojonegoro dan siap memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. Saya ikhlas memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pak Bas juga menguasai bidang Pemerintahan sebab pernah menjadi pejabat di Pemkab Bojonegoro. Pernah di bagian Kesra yang juga menangani masalah keagamaan, hingga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Saya menangani semua pasar , mencarikan dana hingga ke Pusat, melatih petani tambak, melatih warga membatik, dan lain-lain. Monggo disampaikan, kulonuwun, ini Pak Bas mau nyalon Bupati monggo didukung. Sampai sekarang saya masih aktif sebagai kepala dinas perdagangan,” katanya.

Pak Bas juga mengaku pernah aktif di PGRI dan ikatan persaudaraan haji Indonesia. Karena itu dia juga dekat dengan para kiai, apalagi sekarang menjabat wakil ketua tanfidz PC NU.

“Itu ada SK-nya, kalau ada orang lain mengaku NU, yang asli NU ya iki, Pak Bas ini. Saya memberikan sesuatu ke NU, bukan memanfaatkan NU, atau mencari sesuatu di NU. Saya tak akan memanfaatkan struktur NU sebab NU sudah kembali ke khittah yang tidak akan terlibat dalam urusan dukung mendukung di bidang politik. Tapi karena saya dekat dengan para kiai dan santri NU, tidak ada salahnya mereka memilih saya sebagai pemimpinnya di Bojonegoro,” katanya.

Dalam bidang pertanian, Pak Bas juga sangat peduli dengan petani. “Dengan memberikan air, dan kemudahan mendapatkan pupuk. Juga dalam bidang pendidikan, bea siswa dan lain-lain akan ditambah,” pungkasnya. (mik/gas)