Oemar Punya Istri 4 dan Selingkuhan 12

Ilustrasi

“Wanita itu harta. Artinya, kalau ingin menaklukkan wanita harus punya harga. Kalau punya harta, berapa wanita yang diinginkan pastilah akan tercapai,” kata Oemar kepada Mat Tadji di sela-sela persiapan latihan terapi kesehatan di Surabaya beberapa waktu lalu.

Oemar yang baru berkenalan dengan Mat Tadji mengeluarkan pernyataan tersebut setelah Oemar bicara ke sana ke sini menjelang latihan terapi bersama. Oemar mengatakan hal itu rupanya punya alasan tersendiri, karena Mat Tadji menanyakan kondisi Oemar yang jalannnya agak goyang. “Kok jalannya agak pincang,” tanya Mat Tadji

“Ya beberapa bulan terakhir berbagai penyakit menumpuk di tubuh saya. Dari darah tinggi, kolesterol, diabetes hingga jantung. Mungkin saya kualat istri pak. Istri saya banyak pak. Beberapa dari mereka ada yang saya tekantarkan,” kata Oemar yang mengaku berumur 67 tahun.

Lalu Oemar bercerita, hingga saat ini dirinya mempunyai 4 istri. Ada yang Jawa, Kalimantan dan Madura. “Semua ini terjadi, karena saya mempunyai harta,” kata Oemar tanpa basa-basi.

Oemar yang mengaku mempunyai orang tua tuan tanah, mendapat warisan yang cukup lumayan banyak. Hanya sayangnya warisan yang tak sedikit itu lebih banyak digunakan untuk berfoya-foya. Terutama untuk “membeli” wanita.

“Kalau saya hitung, istri ada 4. Ditambah 12 wanita selingkuhan. Selingkuhan itu waktunya sejak saya muda hingga belakangan ini. Semua saya biayai dengan harta warisan. Kalau gaji sebagai buruh pabrik tak cukup pak. Satu per satu harta warisan yang kebanyak berupa tanah itu dijual untuk berfoya-foya dengan para selingkuhan,” kata Oemar.

Anchor pessenah tellor. Mak kuat orang riyah ngadebbih 4 binih dan 12 selir. Apah jemonah, (Hancur pessenah tellor. Kok kuat orang ini menghadapi 4 istri.Memakai jamu apa gerangan, Madura, Red),” guman Mat Tadji.

“Berati setiap hari Pak Oemar ‘menghadapi’ berapa wanita,” Tanya Mat Tadji.

“Bisa dua sampai tiga wanita yang ‘dihadapi’ pak. Kalau istri kan sudah resmi, enak saja kita di rumah. Kalau yang selingkuhan ini yang susah. Harus sewa hotel,” kata Oemar.

“Perkasa benar bapak ini. Apa jamunya pak,” Tanya Mat Tadji lagi.

“Semut Ireng. Itu jamu saya. Ada di toko-toko jamu. Dijual bebas. Coba bapak beli. Josss. Itu pasti. Tahan lama pak. Perempuan bisa terhengah-hengah,” kata Oemar terkekeh kekeh.

Itu, kata Oemar terjadi beberapa tahun lalu. Setelah harta habis, wanita selingkuhan itu satu per satu “menghilang”. Biasa, mereka kebanyakan hanya ingin duit dari dirinya. “Sudah hampir setahun ini saya hidup dengan para istri yang jumlahnya 4 orang. Selingkuhan pada lari semuanya. Saya sekarang menyesal mengapa masa muda itu saya gunakan hanya untuk kepuasan nafsu semata,” kata Oemar.

“Saat saya sakit sperti ini, hanya istri yang memperhatikan. Para selingkuhan itu pada lari semua. Ini mungkin dosa-dosa saya yang harus saya tanggung. Berjalan susah, karena kolesterol tinggi, dan mungkin ini ada stroke-nya. Karena itu saya bergabung dengan organisasi kesehatan ini, supaya saya sembuh. Untuk ke dokter sudah tak punya uang lagi,” katanya lagi.

Tadhek oreng kastah kaadek. Kastah pasteh e budih areh. Mak kuat ongguh oreng reyah (Tak ada orang menyesal di depan. Pasti menyesal di belakang hari. Hanya saja, kok kuat sekali pria ini, Madura, Red),” pikir Mat Tadji.

“Belum terlambat pak. Pintu tobat masih terbuka. Asal benar-benar tobat lo ya. Nanti sembuh, lalu kambuh lagi berselingkuh ria. Jangan lo ya.  Mari kita terapi kesehatan yang telah diajarkan di organisasi ini,” kata Mat Tadji, setelah pelatih memanggilnya untuk memulai terapi kesehatan.(*)